MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar terus meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia aparatur.
Kepala Bidang Kinerja dan Penghargaan, Fandy Wiranto Iqbal Hafid, menegaskan bahwa tahun ini pihaknya lebih memaksimalkan pemetaan kinerja ASN untuk mengurai berbagai faktor yang memengaruhi performa pegawai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan kami tahun ini akan lebih maksimal pada pemetaan. Harapan kami, seluruh kendala terkait pengembangan SDM khususnya peningkatan kinerja bisa terjawab. Karena manusia ini kompleks, banyak variabel yang memengaruhi kinerja mereka,” ungkap Fandy, Selasa (9/12/2025).
Fandy menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan untuk menelaah variabel-variabel yang menjadi sumber masalah kinerja ASN.
“Kami gali faktor-faktor itu. Apakah masalah hubungan antarpersonal di lingkungan kerja, suasana kerja yang tidak kondusif, atau bahkan gangguan dari keluarga. Semua bisa dikonsultasikan,” katanya.
Tak hanya itu, aspek hubungan antara atasan dan bawahan ikut menjadi perhatian. Kemampuan manajerial para pimpinan SKPD maupun subunit kerja juga tengah dipetakan. “Semua diurai satu per satu agar kita tahu akar persoalannya,” tambahnya.
Di sisi lain, laporan pelanggaran disiplin ASN di Kota Makassar muncul hampir setiap minggu. Fandy menyebutkan bahwa sebagian besar pelanggaran tersebut termasuk kategori ringan, seperti ketidakhadiran atau meninggalkan kantor tanpa keterangan.
“Biasanya kami meminta OPD melakukan pembinaan lebih dulu. Jika setelah dibina tidak menunjukkan perubahan, baru kami yang menangani,” jelasnya.
Melalui pemetaan, konseling, dan pembinaan disiplin secara berjenjang, BKPSDM Makassar menegaskan komitmennya untuk meningkatkan profesionalisme ASN.
“Harapan kami, kinerja individu maupun organisasi bisa makin maksimal,” tutup Fandy.
Dengan pendekatan yang lebih komprehensif ini, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong terbentuknya lingkungan kerja yang sehat, responsif, dan berintegritas tinggi. (rhm)

