MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pengamat sepak bola nasional, Syamsuddin, menilai kekalahan PSM Makassar di Samarinda bukan semata karena kekuatan Borneo FC, melainkan akibat kegagalan PSM menjaga organisasi permainan.
“PSM sebenarnya tidak kalah kualitas. Masalah utama ada pada disiplin taktik, terutama saat kehilangan bola. Jarak antar lini terlalu renggang sehingga Borneo FC leluasa memanfaatkan ruang,” kata Syamsuddin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyoroti performa lini belakang PSM yang dinilai kurang sigap membaca pergerakan lawan, khususnya saat menghadapi serangan balik cepat.
Menurutnya, dua gol Borneo FC lahir dari kesalahan posisi yang seharusnya bisa diantisipasi.
Selain pertahanan, sektor tengah PSM juga mendapat catatan merah. Penguasaan bola dinilai tidak diiringi progresivitas serangan.
“Ball possession tidak berarti apa-apa jika minim penetrasi. PSM terlalu sering memutar bola tanpa ancaman nyata,” ujarnya.
Syamsuddin menegaskan evaluasi tidak cukup hanya pada teknis, tetapi juga mental bertanding. Ia menilai PSM masih mudah kehilangan fokus ketika mendapat tekanan dari tim tuan rumah.
“Jika PSM ingin konsisten bersaing di papan atas, mereka harus lebih matang secara mental. Laga tandang tidak boleh lagi diwarnai kesalahan-kesalahan mendasar,” pungkasnya. (**)


