MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim Liga 1 2025/2026 yang berlangsung pada 10 Januari hingga 6 Februari 2026, kondisi internal PSM Makassar tengah menjadi sorotan.
Kebutuhan tim akan tambahan pemain berbenturan dengan kabar masih adanya sanksi larangan transfer dari FIFA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, secara terbuka mengungkapkan perlunya tambahan pemain di sektor pertahanan.
Juru taktik asal Republik Ceko itu menilai lini belakang Juku Eja masih membutuhkan penguatan, baik dari pemain lokal maupun asing, agar tim bisa tampil lebih solid di putaran kedua kompetisi.
“Di beberapa pertandingan terakhir, kami kebobolan di momen-momen krusial. Kami butuh bek tambahan untuk meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad,” ujar Trucha.
Namun, upaya tersebut terancam terkendala sanksi larangan transfer yang kabarnya masih membayangi PSM Makassar. Sanksi tersebut diduga berkaitan dengan tunggakan atau persoalan administrasi yang belum sepenuhnya diselesaikan.
Jika tidak segera dibereskan, PSM berpotensi gagal mendaftarkan pemain baru pada jendela transfer paruh musim ini.
Situasi ini memicu reaksi beragam dari suporter setia PSM.
Sebagian besar berharap manajemen segera mengambil langkah konkret demi kepentingan tim. “Kalau pelatih sudah minta pemain, manajemen harus cepat bergerak. Jangan sampai PSM kehilangan momentum hanya karena masalah administrasi,” ujar Ardi, salah satu suporter PSM di Makassar.
Suporter lainnya menekankan pentingnya transparansi manajemen. “Kami cinta PSM, tapi manajemen juga harus terbuka soal kondisi klub. Kalau memang ada sanksi, selesaikan secepatnya demi prestasi tim,” kata Middi, suporter fanatik tim Juku Eja.
Bursa transfer paruh musim menjadi momen krusial bagi PSM Makassar untuk memperbaiki performa dan bersaing di papan atas klasemen. Kini, perhatian publik tertuju pada langkah manajemen dalam menyikapi permintaan pelatih sekaligus menyelesaikan persoalan yang berpotensi menghambat pergerakan tim di bursa transfer. (**)

