PAREPARE, UJUNGJARI.COM — Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, melakukan evaluasi besar-besaran jelang laga penutup putaran pertama Super League 2025/2026 kontra Bali United. Pertandingan pekan ke-17 tersebut akan digelar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Jumat (9/1/2026) malam.
Tomas Trucha mengakui banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi skuad Pasukan Ramang setelah menelan tiga kekalahan beruntun dari Malut United, Persib Bandung, dan Borneo FC.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masalah utama yang disoroti pelatih asal Republik Ceko itu adalah inkonsistensi permainan PSM selama 90 menit. Menurutnya, performa apik yang ditampilkan pada satu babak tidak mampu dijaga hingga akhir pertandingan.
“Kami tidak konsisten bermain bagus,” ujar Tomas Trucha, dikutip dari laman resmi I.League.
Ia mencontohkan saat menghadapi Borneo FC. Pada babak pertama, PSM tampil dominan dengan banyak peluang dan pertahanan yang solid. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi kendala.
“Kami punya dua hingga tiga peluang gol, tetapi tidak bisa menyelesaikannya,” katanya.
Masalah kedua, Tomas menilai pemain PSM kerap panik saat menghadapi serangan balik cepat lawan. Situasi tersebut berujung pada pelanggaran tidak perlu dan kartu kuning. Dua gol Borneo FC yang dicetak Joel Vinicius pada menit ke-68 dan 87 juga lahir dari skema serangan yang sama, yakni crossing dan duel bola udara.
Hal itu berkaitan dengan masalah ketiga yang diakui Tomas Trucha, yakni lemahnya antisipasi bola udara. Situasi ini menjadi catatan serius yang harus segera diperbaiki.
“Sekarang kami harus kembali berlatih, menganalisis apa yang salah, bekerja lebih baik lagi, dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut,” tegasnya.
Tomas menegaskan kesalahan serupa tidak boleh terulang saat menghadapi Bali United. Menurutnya, tim berjuluk Serdadu Tridatu selalu menjadi lawan sulit bagi PSM, baik saat bermain kandang maupun tandang.
Bagi pelatih anyar Pasukan Ramang itu, kemenangan atas Bali United menjadi harga mati.
“Karena kami sudah kalah tiga kali beruntun dan ini tidak baik untuk kami semua yang ada di tim ini,” tutup Tomas Trucha. (**)

