GOWA, UJUNGJARI.COM — Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka memuat delapan poin. Pada poin 6 Asta Cita tersebut menyebutkan membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Pada Asta Cita keenam inilah Pemerintah Kabupaten Gowa menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen pemimpin negara tersebut, khususnya komitmeh menghapus kemiskinan ekstrem secara nasional sebelum akhir masa jabatan tahun 2029.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam dukungan itu, Bupati Gowa Husniah Talenrang menyatakan upaya pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibahas dan dirumuskan bersama dalam forum lintas daerah yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Forum lintas daerah tersebut menjadi wadah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara menyeluruh, sekaligus membahas berbagai kebutuhan daerah, mulai dari penanganan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia.
“Saat ini yang dibahas bukan hanya Gowa, tapi seluruh 24 kabupaten dan kota. Apa yang menjadi kekurangan di masing-masing daerah didiskusikan bersama, karena wadah ini untuk semua,” kata Husniah.
Melalui kolaborasi antardaerah, kata Bupati Gowa, diharapkan dapat ditentukan langkah strategis serta figur-figur yang mampu diandalkan untuk mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan, termasuk pembangunan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
Dikatakan Husniah, fokus Pemkab Gowa terhadap pengentasan kemiskinan ekstrem sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan salah satu cita-cita utama pemerintahannya.
Dalam pidato peresmian 166 Sekolah Rakyat yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin 12 Januari 2026, Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya untuk mengubah nasib masyarakat yang berada pada kelompok kemiskinan ekstrem, khususnya desil satu dan dua.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa cita-citanya di akhir masa jabatannya pada 2029 nanti, mereka yang berada pada kemiskinan ekstrem desil satu dan dua bisa diubah nasibnya. Presiden Prabowo sangat yakin bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Presiden Prabowo optimistis penghapusan kemiskinan ekstrem dapat dicapai melalui program Sekolah Rakyat. Setiap Sekolah Rakyat ditargetkan menampung sekitar 1.000 murid, dengan total sasaran mencapai 500 ribu siswa secara nasional hingga tahun 2029 nanti.
Menurut Presiden Prabowo, program tersebut diharap mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain itu, juga bisa menjadi salah satu strategi utama dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem secara menyeluruh di Indonesia. –

