MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Asosiasi Pedagang Pasar Butung Kota Makassar menyuarakan keberatan keras terhadap rencana pengambilalihan pengelolaan Pasar Butung oleh Pemkot Makassar yang diinformasikan akan dilakukan pada 28 Januari 2026.
Para pedagang menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan konflik dan mengganggu aktivitas perdagangan, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Butung, Faisal A. Rahman, menegaskan, kondisi pasar saat ini sudah kondusif. Para pedagang telah kembali merasa nyaman berjualan setelah pengelola melakukan berbagai pembenahan fasilitas umum di dalam pasar.
“Setelah situasi kondusif dan pedagang mulai nyaman berdagang, seluruh fasilitas umum di pasar telah dibenahi dengan baik oleh pengelola. Kenapa sekarang kembali dipersoalkan dengan adanya pemutusan sepihak pengelolaan?” ujarnya.
Menurutnya, para pedagang hanya ingin fokus berjualan, terlebih menjelang Ramadhan yang menjadi momentum penting untuk meningkatkan pendapatan. Ia menyayangkan jika Pasar Butung justru dijadikan ajang konflik kepentingan.
“Kami kasihan sebagai pedagang. Menjelang bulan suci Ramadhan adalah saatnya kami memanen hasil jualan. Kami mengutuk keras jika Pemerintah Kota Makassar membuat kekisruhan. Jika ada masalah dengan pengelola, silakan dibicarakan baik-baik atau tempuh jalur hukum. Jangan jadikan Pasar Butung sebagai ring tinju,” tegasnya.
Faisal juga menilai sengketa pengelolaan Pasar Butung sejatinya telah selesai. Hal itu merujuk pada eksekusi yang telah dilakukan oleh juru sita Pengadilan Negeri Makassar pada Agustus 2024.
“Kami menganggap persoalan sengketa pengelola sudah selesai karena telah dieksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri Makassar. Oleh karena itu, kami sangat keberatan jika ada upaya pengambilalihan paksa yang berpotensi memicu keributan,” lanjutnya.
Para pedagang pun meminta Wali Kota Makassar untuk bertanggung jawab apabila rencana pengambilalihan tersebut tetap dipaksakan dan menimbulkan konflik di lapangan.
“Kami minta Bapak Wali Kota Makassar bertanggung jawab jika terjadi keributan, apalagi sampai ada korban jiwa. Kami mendengar informasi akan ada pengambilalihan paksa pada 28 Januari 2026. Jangan sampai terjadi konflik besar di Pasar Butung,” katanya.
Saat ini, pengelola Pasar Butung disebut masih terus melakukan pembenahan secara intensif. Sejumlah fasilitas telah diperbaiki, mulai dari area basement hingga lantai empat, termasuk peningkatan sistem pendingin udara sehingga pedagang tidak lagi merasakan panas saat berjualan.
“Kami ingin berjualan dengan nyaman. Tolong jangan rugikan kami sebagai pedagang dan jangan jadikan Pasar Butung arena tinju. Berikan citra positif terhadap Pasar Butung yang selama ini menjadi pusat perdagangan,” pungkasnya. (Rls)

