MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Hobi itu mendatangkang kegembiraan dan kesenangan. Ia tak harus mahal dan mewah. Hobi seseorang kadang terkesan unik, tetapi juga bermanfaat bagi yang melakoni maupun orang lain.
Seperti itulah yang tampak pada Drs H Andi Irawan Bintang, MT, Pustakawan Ahli Utama (Pustama) pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Provinsi Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Siapa nyana bila birokrat yang sudah mengabdi di sejumlah instansi ini punya hobi mengoleksi kompor portable camping dan senter.
“Saya ini anak Pramuka, yang sering ikut perkemahan semasa sekolah dahulu,” kisah pria berdarah Bone-Sinjai, suatu hari.
Hobinya mengoleksi kompor portable camping terkuak setelah ia beberapa kali terlihat membawa kompor praktis berukuran mini, saat Jumat Berkah di Masjid Ashabul Jannah Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin, Talasalapang.
Panitia dan pengurus masjid ini sudah mengadakan Jumat Berkah sejak Maret 2025 lalu. Sejak saat itu, jumlah jamaah masjid bertambah, dari pegawai, karyawan swasta, mahasiswa dan pelajar, hingga warga di sekitar situ.
Sekali tempo, dia membawa kompor portable mini lengkap dengan panci kecil ukuran 1-2 liter yang bisa dipakai merebus air, membuat kopi, atau memasak makanan instan.
Di waktu lain, dia membawa kompor portable agak besar dengan panci ukuran 4 liter yang bisa digunakan menanak nasi, membuat sup, atau keperluan lainnya.
“Cara memakainya mudah, cukup membuka lipatan kompornya, lalu mencantolkan gas, kemudian nyalakan,” jelas pria yang akrab disapa Puang Ire itu.
Kompor portable yang dikenal pula dengan sebutan kompor kupu-kupu ini memang hanya butuh gas seukuran kaleng cat piloks. Sehingga cocok dibawa untuk aktivitas outdoor.
Dengan kompor portable praktis itu, Puang Ire, gunakan untuk memanaskan kopi susu saat kerja bakti atau menghangatkan kuah bakso, kala Jumat Berkah. Bakso merupakan salah satu menu yang disediakan panitia dan pengurus masjid. Kadang ada pula soto, nasi kuning, nasi gigit, atau nasi bakar, di samping kue-kue tradisional dan es teh.
Mereka yang mengenal Andi Irawan Bintang, akan mengagumi hobinya itu. Pria berkacamata tebal ini lama berkiprah di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia pernah menduduki jabatan sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Provinsi Sulawesi Selatan.
Pernah menjadi Kepala Dinas Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan. Pernah pula memimpin Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan sebagai kadis.
“Sebagai anggota Pramuka, saya pernah ikut Jambore Nasional I di Sibolangit, Sumatera Utara,” kenang Puang Ire.
Jambore merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang yang digelar oleh Kwartir Gerakan Pramuka.
Jambore Nasional (Jamnas) Sibolangit, tahun 1977 diadakan di Gunung Sibayak yang berudara sejuk, pada ketinggian 864 mdpl.
Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit ini berbukit-bukit dengan banyak anak sungai yang airnya jernih. Tempat ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, selaku Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Nasional, kala itu.
“Saya juga koleksi senter LED. Jumlahnya lebih 30an mungkin,” cerita Andi Irawan Bintang, seputar hobinya itu.
Senter-senter dalam berbagai ukuran, bentuk, warna, dan merek dibeli di marketplace secara online.
Senter-senter itu tidak menggunakan bohlam pijar tetapi berupa senter LED (Light Emitting Diode), yang punya cahaya lebih terang dan hemat energi.
Pengalaman sebagai anggota organisasi yang didirikan oleh Lord Baden-Powell sejak SD itu rupanya sangat tertanam pada diri Andi Irawan Bintang.
Hal itu bukan saja terkait dengan hobinya mengoleksi kompor portable dan senter tetapi tercermin pada karakter dirinya.
Nilai-nilai dan kode kehormatan Pramuka (satya dan darma) dipraktikkan secara konsisten. Sebagai orang yang pernah menduduki jabatan kepala dinas, ia tetap rendah hati dan bersahaja. Ia juga sosok yang peduli dan penuh perhatian.

