GOWA, UJUNGJARI.COM — Selama dua hari menjadi peserta dalam pasar pangan murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Koperasi Sehat Berdaya Berkah Dharma Wanita Persatuan (SBB DWP) Kabupaten Gowa mampu meraup omzet penjualan.
Meski tidak besar, namun telah menambah omzet Koperasi SBB DWP Gowa selama berdiri sejak Desember 2025 ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivitas penjualan berbagai kebutuhan baik kebutuhan pokok pangan maupun sandang di area pasar pangan tersebut, Koperasi SBB DWP ini mampu mengumpulkan penjualan di atas Rp2 juta-an. Sayangnya pasar pangan murah yang digelar sejak Kamis-Jum’at (12-13/2) ini sangat singkat sehingga terbatas untuk melakukan transaksi berlanjut.
Kendati begitu Ketua Koperasi SBB sekaligus Ketua DWP Gowa Suryanti Andy Azis ditemui di pasar pangan murah di lapangan Sultan Hasanuddin Jl Tumanurung, Kecamatan Somba Opu, Jum’at (13/2) pagi mengatakan satu kesyukuran karena Koperasi SBB DWP Gowa mampu ikut berpartisipasi didalam kegiatan Pasar Pangan Murah yang diselenggarakan serentak se-Indonesia dalam rangka gerakan pangan nasional.

“Alhamdulillah, Koperasi SBB DWP Gowa bisa berpartisipasi. Tujuannya tak lain untuk mengoptimalkan peran dan pendapatan koperasi bentukan kami yang bergerak di bidang usaha jualan. Semoga ini langkah awal koperasi kami sehingga dengan rajinnya mengikuti event-event pasar murah seperti ini, omzet Koperasi SBB DWP akan bergerak naik. Tentunya ini akan menjadi hl baik bagi kesejahteraan anggota Koperasi SBB DWP ke depan, ” kata Suryanti yang juga istri Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter ini.
Sementara itu, Karmila selaku Sekretaris Koperasi SBB DWP Gowa menjelaskan bahwa saat ini omzet koperasi SBB terus bergerak dari omzet berjalan saat koperasi mulai beraktivitas sudah mengumpulkan saldo hingga Rp12 juta (posisi Desember 2025).
“Untuk hari pertama kami buka lapak di pasar pangan murah ini, alhamdulillah penjualan kami bergerak dan pada hari kedua posisi se-jam saat pasar dibuka kami mendapat pemasukan hingga dua jutaan rupiah. Dan kami masih melakukan penjualan. Nanti setelah pasar pangan ditutup barulah akan kami rekap semuanya, ” jelas Karmila.
Suasana pasar pangan murah di hari kedua terbilang ramai pada pukul 10-an karena warga yang melintas di Jl Tumanurung mulai mampir berbelanja.
Seluruh pangan yang dijajakan di pasar pangan murah tersebut betul-betul murah seperti minyak goreng hanya dibandrol Rp 15.700 per liter. Bawang merah Rp40.000 per Kg, beras 5 Kg dihargai Rp65.000 per liter. Sayuran segar dari dataran tinggi juga murah, baik kentang, wortel, buncis, sawi, brokoli, cabai, cabai keriting, cabai kecil dan lainnya.
Selain lapak kebutuhan pokok, lapak beberapa UMKM di Gowa yang memproduksi makanan dan minuman juga mendominasi. –

