GOWA, UJUNGJARI.COM — Selama dua hari dibuka, pasar pangan murah menyajikan kebutuhan pokok dengan harga sangat murah. Pasar pangan murah yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa ini berlokasi di tempat strategis, namun karena kendala cuaca, warga yang datang tidak terlalu banyak.

Meski begitu, sedikitnya 40-an penjual lapak yang meramaikan pasar pangan murah tersebut, kebagian hoki. Para pengisi lapak di pasar pangan tersebut bukan hanya dari kalangan penjual kecil kebutuhan pokok tapi juga pelaku usaha seperti UMKM turut serta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas penjualan dan pembelian di arena pasar pangan murah yang mulai digelar sejak Kamis hingga Jum’at (12-13/2) ini diakui sejumlah pengunjung sangat membantu. Di saat kondisi ekonomi masyarakat sedikit turun, namun masyarakat pun tetap berupaya memenuhi kebutuhan pokoknya dengan sesuai kondisi apalagi jelang bulan Ramadan 1447H.

Dan digelarnya pasar pangan murah oleh Pemkab Gowa melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura ini, masyarakat mengaku merasa sangat terbantu. Salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang bisa dibeli dengan harga terjangkau adalah minyak goreng.

Di pasar pangan itu, minyak goreng merk Minyak Kita dijual dengan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi) yakni Rp15.700 per liter. Bawang merah Rp40.000 per Kg, beras 5 Kg dihargai Rp65.000 per liter. Sayuran segar dari dataran tinggi juga murah, baik kentang, wortel, buncis, sawi, brokoli, cabai, cabai keriting, cabai kecil dan lainnya.

“Alhamdulillah, dari ka pasar mau beli minyak goreng ternyata di pasar pangan ini murah pale’na hanya 15.700 rupiah per liter. Padahal di pasar mahalnya ada yang jual sampai di atas 20.000 rupiah kamase, ” kata seorang ibu rumah tangga pengunjung pasar pangan yang membeli minyak goreng dan beras.

Selain lapak kebutuhan pokok, lapak beberapa UMKM di Gowa yang memproduksi makanan dan minuman juga mendominasi. Seperti UMKM Balla Ratea milik Daeng Jira banyak diminati pengunjung.

UMKM ini menyajikan sejumlah produk usaha rumahannya berupa makanan siap saji seperti ikan bolu kambu, empek-empek khas Mangkasara’, bawang goreng, cemilan kripik, kue-kue kering, minuman instan Sarabba dan produk bikinan khas Balla Ratea.

Selain UMKM, Koperasi Sehat Berdaya Berkah bentukan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa juga turut ambil bagian. Koperasi yang bergerak di bidang usaha jualan kebutuhan pokok ini juga menjadi sasaran pengunjung.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Zubair Usman mengatakan, kegiatan ini merupakan gerakan pasar pangan murah serentak yang dilakukan se-Indonesia dalam rangka gerakan ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah kita melaksanakan pasar pangan murah ini karena memang kegiatan ini dilakukan serentak di Indonesia dalam rangka gerakan ketahanan pangan nasional, ” kata Zubair.

Pasar pangan murah ini kata Zubair melibatkan sedikitnya 40 pelaku usaha baik penjual maupun UMKM dan koperasi. Hanya saja diakuinya, karena kondisi musim hujan sehingga aktivitas kunjungan pembeli sedikit kurang.

“Tapi alhamdulillah, adanya pasar pangan murah ini membantu banyak masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya. Apalagi rerata harga murah sesuai HET, ” kata Zubair.

Ditargetkannya, pasar pangan murah ini akan dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan di Gowa. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah menjangkau pasar pangan program pemerintah ini.

“Tujuan pasar pangan murah ini tak lain mencegah inflasi dan terlebih membantu masyarakat secara umum dengan harga-harga sangat terjangkau, ” terang Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa ini.

Pasar pangan murah di hari pertama dan kedua dimonitoring langsung Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter selaku Ketua Tim Pengendali inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa. –