GOWA, UJUNGJARI.COM — Ratusan polisi baik perwira menengah, perwira pertama, pejabat utama, para Kapolsek dan Kanit akhirnya menjalani tes urine mendadak. Kehadiran mereka ternyata sebuah prank dari Kapolres Gowa yang semula mengajak untuk berbuka bersama dengan para perwira tapi kenyataannya mereka dijebak untuk menjalani tes urine.

Awalnya 150 perwira polisi dalam lingkup Polres Gowa bersuka cita menikmati hidangan berbuka bersama di hari ke empat Ramadan. Tanpa kira, usai berbuka dan salat maghrib berjamaah, para perwira ini harus mengisi botol kecil yang telah disiapkan di meja lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana yang semula hangat karena bukber akhirnya jadi tegang. Hal itu terlihat di rumah jabatan Kapolres Gowa di Jl Syamsuddin Tunru, Sungguminasa. Rujab Kapolres Gowa berdampingan dengan markas komando Kepolisian Resor (Polres) Gowa.

Tak satupun perwira bisa kabur. Semua terpaksa harus mengikuti instruksi Kapolres Gowa untuk melakukan tes urine tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dan wajib. Pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan disaksikan bersama untuk menjamin transparansi.

Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menegaskan pemeriksaan urine ini adalah bentuk komitmen dalam menjaga marwah institusi.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan buka puasa bersama yang tujuannya untuk meningkatkan solidaritas antar personel di jajaran Polres Gowa. Dan dalam momen ini juga kami ingin memastikan komitmen kami terhadap pemberantasan narkoba benar-benar dilaksanakan, bukan hanya slogan,” tandas AKBP Muhammad Aldy Sulaiman di sela memberikan arahan kepada para perwira pada Selasa (24/2).

Kapolres mengatakan, tes urine tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diteruskan oleh Kapolda Sulawesi Selatan kepada seluruh jajaran.

“Pemeriksaan ini atas dasar perintah pimpinan, bapak Kapolri dan bapak Kapolda Sulawesi Selatan, agar seluruh jajaran melaksanakan tes urine. Tujuannya jelas, untuk mengetahui apakah ada oknum anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Ini bentuk pengawasan internal yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Kapolres Gowa.

Dalam tes urine ini sebanyak 150 personel diperiksa. Bukan hanya anggota tapi dirinya sebagai Kapolres dan Wakapolres juga ikut tes urine.

“Bukan hanya para perwira yang dites tapi saya juga serta pak wakapolres juga diperiksa. Hal ini memang sengaja tidak diberitahukan agar hasil pemeriksaan benar-benar objektif. Kenapa mendadak? Supaya hasilnya valid dan tidak ada rekayasa. Kami ingin memastikan bahwa seluruh anggota benar-benar bersih. Dan Alhamdulillah, tadi kita saksikan bersama hasilnya transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi dan seluruhnya negatif,” ucap Kapolres bangga.

Aldy menilai hasil negatif dari pemeriksaan itu menjadi motivasi dan semangat baru bagi jajaran Polres Gowa untuk terus menjaga integritas.

“Tapi saya tegaskan, komitmen pemberantasan narkoba tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Seandainya ke depan ada anggota yang terbukti positif atau terlibat penyalahgunaan narkoba, institusi Polri tidak akan ragu mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Itu sudah menjadi komitmen pimpinan dan juga komitmen kami di Polres Gowa. Semua personel harus bersih dari narkoba,” tandas Aldy. –