GOWA, UJUNGJARI.COM — Program makanan bergjzi gratis (MBG) akan segera menyasar kalangan 3B yakni ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui) dan bayi lima tahun (Balita) non PAUD.

Untuk Kabupaten Gowa, total sasaran penerima manfaat MBG 3B ini mencapai 46.808 orang, terdiri dari 3.998 ibu hamil, 3.655 ibu menyusui, dan 39.155 Balita non PAUD dengan dukungan 1.770 kader TPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski sasaran total 46.808 orang, namun untuk Februari ini jumlah sasaran yang telah diintervensi baru mencapai 16.379 orang atau 34,99 persen. Jumlah ini secara detil meliputi 1.321 ibu hamil, 2.142 ibu menyusui, dan 12.916 balita non PAUD.

“Dari 18 kecamatan, masih terdapat 5 kecamatan yang belum melaksanakan intervensi MBG 3B. Sementara dari 167 desa kelurahan, baru 62 desa kelurahan yang menjalankan program tersebut. Untuk Februari ini, jumlah sasaran yang telah diintervensi sebanyak 16.379 orang atau 34,99 persen. Terdiri dari 1.321 ibu hamil, 2.142 ibu menyusui, dan 12.916 balita non PAUD,” kata Kadis PPKB Kabupaten Gowa Sofyan Daud dalam Rakor Percepatan Pendistribusian MBG untuk 3B di aula kantor Dinas PPKB Kabupaten Gowa pada Jumat (27/2).

Terkait pendistribusian MBG 3B ini, Bupati Gowa Husniah Talenrang saat membuka Rakor tersebut menegaskan pendistribusian harus dipercepat dan terpenting adalah tepat sasaran penerima manfaat.

Husniah mengatakan, Kabupaten Gowa harus mampu menjadi salah satu daerah percontohan di Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan program MBG yang merupakan program prioritas Presiden RI.

“Program MBG ini adalah program prioritas nasional. Tidak akan sempurna tanpa kolaborasi seluruh pihak. Kita ingin sasarannya lebih tepat lagi, apalagi stunting juga menjadi program prioritas pusat,” kata Husniah.

Dikatakannya, kolaborasi antara SPPG dan pemerintah daerah, khususnya Dinas PPKB, menjadi sangat penting. Terlebih Gowa memiliki Program Gassing Nganre yang selaras dengan intervensi 3B sehingga perlu disinergikan secara optimal.

“Capaian penurunan stunting di Kabupaten Gowa saat ini berada di angka 17 persen dan menjadi kabupaten yang terendah di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut diharapkan dapat terus ditekan melalui kolaborasi bersama SPPG,” papar Bupati Gowa.

Dia menilai, Rakor ini juga untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan sesuai standar gizi, sekaligus memastikan adanya pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat makanan yang didistribusikan.

“Pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk penguatan peran Satgas dan petugas distribusi agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga serta penerima manfaat merasa puas dengan program tersebut. Komitmen bersama antar perangkat daerah, kader TPK, MBG serta mitra kerja lainnya untuk memperluas cakupan dan memastikan distribusi MBG kepada sasaran 3B berjalan optimal, tepat sasaran dan berkelanjutan, ” tandas bupati.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan Shodiqin mengatakan intervensi gizi pada sasaran 3B sangat penting dalam mencegah stunting, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurutnya, BKKBN memiliki basis data sasaran 3B hingga tingkat desa melalui kader yang tersebar di seluruh wilayah. Di Sulawesi Selatan sendiri terdapat 589 SPPG, di mana 348 di antaranya atau sekitar 60 persen telah menyasar kelompok 3B.

“Khusus di Kabupaten Gowa terdapat sekitar 60 SPPG dan 52 telah menyasar 3B dengan total sasaran sekitar 16 ribu penerima manfaat. Semoga seluruh SPPG dapat segera menyalurkan 100 persen intervensi kepada sasaran 3B, dengan memperkuat koordinasi antara penyuluh KB, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan pengelola SPPG agar distribusi tepat sasaran dan tidak terjadi kehilangan kontrol di lapangan,” kata Shodiqin. –