GOWA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Husniah Talenrang berharap organisasi Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri Indonesia (FKPPI) menjadi garda terdepan pembangunan daerah.
Hal itu ditegaskan Bupati Gowa saat membuka Muscab X FKPPI 1902 Gowa di Baruga Tinggimae rujab bupati di Jl Beringin, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu pada Sabtu (4/4) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam muscab yang dihadiri Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter, Wakil Ketua FKPPI Sulsel Iskandar Lathief juga hadir Kepala Bakesbangpol Andry Mauritz dan Kepala Kantor Kemenhaj Gowa Alim Bahri serta anggota kehormatan FKPPI Gowa Muh Khaerul Aco dan sejumlah petinggi PD FKPPI Sulsel dan Gowa, Husniah berharap organisasi anak kolong ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan merawat persatuan.
Husniah juga menekankan, FKPPI jadi organisasi yang mandiri, kritis, berintegritas sehingga dipandang bermartabat oleh seluruh organisasi yang ada di Gowa.
“Saya ingin tegaskan satu hal penting yakni Gowa membutuhkan energi persatuan bukan perpecahan. Gowa membutuhkan kader-kader tegak lurus kepada kepentingan rakyat bukan kepentingan kelompok. Harus hadir menjadi solusi bukan menambah masalah. Harus jadi penyejuk bukan memperkeruh suasana. Dan yang paling penting adalah beri semangat kepada Pemkab agar dapat melaksanakan pembangunan dengan baik, ” kata Bupati Gowa.

Diakui Husniah, di tengah dinamika politik maupun dinamika sosial saat ini, FKPPI diharapkannya menjadi garda terdepan untuk menjaga kondusifitas daerah Gowa.
“Ingat, jangan mudah terprovokasi, jangan mudah terpecah, jangan mudah meninggalkan nilai-nilai kehormatan organisasi dan bangsa ini, ” tandasnya berharap muscab FKPPI dapat melahirkan ketua dan pengurus baru yang kapabel dan berintegritas tinggi.
Sebelumnya Wakil Ketua PD FKPPI Sulsel Iskandar Lathief mengklaim jika FKPPI Gowa merupakan PC atau pengurus cabang terbaik dan teraktif di lingkup PD Sulsel. Bahkan FKPPI Gowa terbanyak kedua anggotanya setelah Makassar.
Diakuinya, keaktifan FKPPI Gowa terlihat dari seluruh kegiatan daerah yang terlaksana penuh dan bertanggung jawab apalagi di bawah kepemimpinan Irianto Razak sebagai pelaksana tugas ketua menggantikan Andi Sura Suaib almarhum.
“FKPPI ini adalah organisasi yang eksklusif. Eksklusif Karena yang bisa jadi anggota hanya dan harus anak polisi dan tentara. Kalaupun harus menjadi angota luar biasa maka harus jadi anak tentara atau anak polisi begitu pun jadi anggota kehormatan. Namun sifat eksklusif ini juga bisa menjadi kelemahan karena bisa menjadi sebuah kesombongan. Tapi semoga tidak. Organisasi ini sangat disegani. Meski keanggotannya istimewa namun forum ini harus jadi komunitas yang lugas, luwes dan bersahabat. Dan anggotanya harus berakhlak baik, kapabilitas dan berintegritas,” ucap Iskandar.
Dikatakannya, ada lima tekad FKPPI yang harus dipegang teguh anggota diantaranya adalah mempertahankan NKRI, tidak boleh menjadi organisasi papan nama, programnya harus diaktualisasikan di masyarakat dan mampu mendampingi pemerintah daerah dengan tampil ke depan membantu Bupati Gowa melaksanakan seluruh program daerah.
“Jangan biarkan Ibu Bupati meminta tolong bantuka’ baru kita bantu. Tapi seyogyanya, FKPPI harus peka dan sigap mendukung dan membantu pelaksanaan program pemerintah tersebut tanpa dimintai tolong. FKPPI harus berdiri menjadi mata dan telinga dari TNI Polri serta pemerintah daerah karena TNI-Polri tidak suka berita-berita hoaks tapi yang fakta. Banyak program pemerintah yang menjadi prioritas. Seperti sekolah rakyat. FKPPI harus cari keluarga miskin arahkan masuk ke sekolah rakyat disitulah peran kita membantu pemerintah, ” papar Iskandar atau lebih akrab disapa Icul Lathief.
Suasana muscab yang dikawal langsung Sekretaris PD FKPPI Sulsel Nawir Rahman berlangsung lancar diwarnai penyerahan kepemimpinan demisoner Plt Ketua dan Sekretaris FKPPI Gowa yakni Irianto Razak dan Muh Fajar Ma’ruf kepada tim Presidium Muscab X PC FKPPI 1902 Gowa yang diketuai Muh Taufik. –

