MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pekan ke-27 Super League 2025/26 menghadirkan duel klasik antara PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar, Jumat (10/4/2026) pukul 16.30 Wita di Stadion Sultan Agung.
PSM Makassar, salah satu klub tertua di Indonesia yang telah berusia 110 tahun, musim ini tampil inkonsisten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tujuh pekan terakhir, tim berjuluk Juku Eja itu tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 25 poin, masih berjuang menjauh dari zona degradasi.
Mereka datang ke Bantul dengan misi meraih kemenangan, bermodal hasil imbang 1-1 melawan Persis Solo.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta yang berdiri sejak 6 September 1929 (97 tahun), tampil lebih stabil. Tim asuhan Jean Paul van Gastel kini berada di peringkat kedelapan dengan 38 poin.
Posisi tersebut membuat mereka relatif aman dari ancaman degradasi, meski peluang menembus papan atas cukup berat. Kekalahan tipis 0-1 dari Dewa United pada laga terakhir berpotensi memengaruhi mental tuan rumah.
Pengamat sepak bola Assegaf Razak menilai, PSM harus tampil dengan motivasi berlipat dalam laga ini. Menurutnya, tekanan justru lebih besar berada di kubu tim tamu.
“PSIM kalau kalah tidak terlalu bermasalah, tapi PSM wajib bekerja ekstra demi menjauhi zona merah. Materi pemain kita sebenarnya bagus, tinggal mentalitas saja. Kita masih bisa menang,” ujarnya.
Sementara itu, suporter PSM, Mahdi, menyoroti pentingnya manajemen pertandingan. Ia menyarankan tim bermain lebih disiplin, khususnya di awal laga.
“PSM bisa mulai dengan bertahan di 15 menit pertama, lalu perlahan meningkatkan serangan. Intensitas permainan juga harus diatur agar lebih efektif,” katanya.
Tiga poin menjadi target mutlak bagi PSM Makassar. Kemenangan tak hanya penting untuk memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan Juku Eja di sisa kompetisi Super League musim ini. (**)

