GOWA, UJUNGJARI.COM — Puluhan anak dari kalangan keluarga kurang mampu di. Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa terlayani sunat modern gratis.

Sunatan yang dilakukan secara massal oleh Milenial Peduli Sulsel (MPS) ini digelar di kediaman Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab sekaligus Sekretariat MPS Sulsel di Jl Gassing Daeng Tiro, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu pada Sabtu (11/4) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 50 orang anak dikuotakan disunat yang dilaksanakan di bulan Syawal 1447 Hijriah ini.

Ketua MPS Sulsel Hasrul Abdul Rajab yang lebih akrab disapa HAR ini kepada ujungjari.com di tengah memantau kegiatan sunatan mengatakan, aksi sosial MPS ini merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilaksanakan oleh MPS.

“Jadi untuk sunatan massal kali ini kami kuotakan 50 orang anak dari kalangan keluarga kurang mampu. Surat keterangan kurang mampu menjadi persyaratan bagi peserta sunat dan alhamdulillah kegiatan ini antusias diikuti anak-anak yang datang didampingi orang tua masing-masing. Mereka ini adalah warga yang bertempat tinggal di Kecamatan Somba Opu, ” kata HAR.

Tokoh pemuda Gowa ini patut dijempol sebab sejak MPS berdiri, telah menjadikan kegiatan amalan ini menjadi program tetap dalam MPS, sebuah organisasi kaum milenial yang telah dibentuknya selama ini.

Sunat yang dijalani para anak dilakukan tim medis dari Perifer Volunter Medic dan Logistic dengan metode lem. Mereka melayani sunatan dengan sangat humanis. Anak-anak yang semula merasa takut akhirnya tegar menjalani. Apalagi anak-anak diajak bermain dan dibiarkan santai bermain game.

Dikatakan HAR, cara ini ternyata ampuh membuat anak-anak tidak tegang dan tidak terganggu dengan para tim medis yang bekerja melakukan sunat.

“Insha allah ke depan kegiatan sunat massal ini akan terus kami lakukan demi membantu masyarakat dalam hal pembiayaan sunat yang harga sedikit tinggi antara 2 juta hingga 2,5 juta rupiah jika ke klinik-klinik sunat. Dengan sunatan massal ini, MPS telah bersumbangsih memberikan keringanan kepada masyarakat untuk bisa menyunat anaknya tanpa terbebani biaya tinggi. Dan MPS hadir untuk mereka, ” kata HAR.

Politisi muda ini tak menaruh target besar kecuali berharap seluruh anak yang tidak mampu dari segi ekonomi dapat menikmati sunat yang memang wajib bagi anak lakilaki Islam. Dan idealnya kata HAR, anak lelaki siap sunat adalah di usia 4-5 tahun. Bagus untuk kesehatan anak.

Di kegiatan sunatan massal kali ini, HAR memberi apresiasi tinggi kepada pihak Bank Sulselbar yang hadir memberikan support dan membersamai kegiatan sosial yang dilakukan MPS.

“Terimakasih kepada Bank Sulselbar atas supporting yang diberikan kepada MPS dan membersamai kegiatan sunatan massal MPS hari ini. Kami juga memberi apresiasi kepada masyarakat, kepada ibu-ibu yang hadir mendampingi anak-anaknya sunat. Insha allah apa yang kami lakukan berkah, ” kata HAR.

Junaedah, salah seorang ibu peserta sunat massal terlihat sumringah pasalnya dironya baru tahu bahwa biaya sunat metode lem ini ternyata mahal yakni senilai Rp2,5 juta.

“Saya bersyukur banyak kali karena selain gratis, ternyata harga sunat modern ini tinggi sekali, dua juta, behhh. Saya tentu tidak akan mampu membiayai sunatan anakku jika harus pergi sendiri ke klinik sunat. Terimakasih pak HAR semoga selalu dimudahkan segala urusan dan lancar rejekinya, ” kata Junaedah, warga Batangkaluku. –