GOWA, UJUNGJARI.COM — Jajaran Polres Gowa kembali mengingatkan agar masyarakat waspada dengan berbagai tindak kejahatan. Saat ini modus penipuan melalui panggilan telepon dengan nomor tak dikenal merajalela. Istilah kekinian disebut telepon hening.

Modus penipuan ini marak terjadi dan berpotensi menjadi pintu masuk ke berbagai bentuk penipuan lanjutan. Dalam aksinya, korban akan menerima panggilan telepon tanpa suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oknum pelaku sebenarnya tidak tahu nomor hp orang per orang. Namun pelaku melakukan panggilan secara acak untuk menguji apakah nomor yang dihubungi masih aktif atau tidak. Aksi pelaku ini sebenarnya memancing korban agar menelpon balik, hingga mengarahkan ke skenario penipuan berikutnya.

Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman kepada media, Senin (13/4) meminta masyarakat lebih waspada
di era perkembangan teknologi AI Voice Spoofing.

Teknologi AI Voice Spoofing ini adalah teknologi kecerdasan buatan yang mampu meniru suara seseorang hanya dari rekaman singkat. Teknologi ini dimanfaatkan pelaku untuk menyamar sebagai keluarga, teman, atau pejabat guna meyakinkan korban.

“Makanya, jika ada panggilan masuk dengan nomor tak dikenal sebaiknya jangan diangkat atau dijawab karena suara anda akan direkam dan diedit ke dalam tekonologi AI tersebut. Langkah terbaik adalah bersikap waspada agar tidak menjadi korban kejahatan siber, ” tandas Aldy.

Kapolres Gowa pun mengarahkan masyarakat sebuah tips agar terhindar modus kejahatan telpon hening ini.

Tipsnya adalah, jangan mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal, jangan menelpon balik nomor yang mencurigakan, segera blokir nomor tersebut dan laporkan ke pihak berwajib jika diperlukan.

“Polres mengingatkan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kejahatan berbasis teknologi yang terus berkembang. Lebih baik waspada daripada menjadi korban, ” tegas Kapolres Gowa.

Yang dimaksud Spoofing adalah sebuah teknik kejahatan siber mencuri data pribadi orang lain, mencuri uang dan menyebarkan malware (malicious software) atau mencuri melalui sistem perangkat lunak berbahaya seperti ke email dan lainnya.

Pelaku tampil menyamar seperti sebagai orang bank, instansi atau seseorang untuk
mencuri data pribadi orang lain, uang atau menyebarkan malware. Penipu memalsukan informasi seperti email, nomor telepon atau situs web agar korban percaya dan memberikan akses ke sistem sensitif. –