GOWA, UJUNGJARI.COM — Kadis Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Kabupaten Gowa Emy Pratiwi Hosen mengatakan kritik dari media merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan kinerja pemerintah.
Menurut Emy, kritik juga adalah vitamin bagi pemerintah. Hanya saja kata Emy, dalam menyampaikan kritik perlu dilandasi akurasi data serta cek dna ricek agar sebuah kritikan tidak tergolong berita bohong ataupun hoaks.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah tidak menolak kritikan, namun kami minta kritikan itu dilandasi cek dan ricek, data yang akurat sehingga tidak melahirkan hoaks. Sebuah karya jurnalis harus betul-betul merupakan karya yang akurasinya dapat dipertanggungjawabkan tidak sekadar memenuhi target kecepatan menyajikannya ke publik,” tandas Emy saat melakukan diskusi bersama sejumlah wartawan dari berbagai media baik media cetak, online, elektronik di Utopia Cafe di Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa pada Kamis (16/4) sore.
Emy mengajak seluruh wartawan agar mampu menjaga iklim informasi yang baik, jauh dari hoaks. Dia pun berharap jalinan mitra strategis antara jurnalis dengan Dinas Kominfo SP semakin kuat.
“Kominfo dengan jurnalis adalah mitra strategis. Sinergi yang terjalin selama ini mari dijaga keberlanjutannya dengan memperhatikan nilai-nilai lokal daerah seperti sipakatau (saling menghargai), sipakalabbiri (saling menghormati), sipakainga (saling mengingatkan) demi Gowa kondusif ke depan, ” tambah Emy.
Mantan Kabag Kerjasama Setkab Gowa ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Kominfo SP mendorong penguatan sinergi dengan insan media dengan menekankan pentingnya akurasi informasi, keterbukaan data serta kemitraan yang sehat dalam membangun daerah.
Karena itu tambah Emy, Dinas Kominfo SP ingin menjadi ruang terbuka bagi media untuk senantiasa berdiskusi dan berkoordinasi terkait kebutuhan data dan informasi. Bagi Emy, komunikasi yang intens akan membantu menjaga kualitas pemberitaan.
“Dinas Kominfo selalu terbuka untuk seluruh media. Kita bisa diskusi atau bertukar pikiran yang bisa menjadi solusi bagi pemerintah dalam membenahi pembangunan dari segala aspek. Kita tidak pungkiri, banyak hal yang bisa terjadi disebabkan buah karya jurnalis. Jika kita tidak mengedepankan aturan jurnalistik sesuai KEJ (kode etik jurnalistik) maka bisa mendatangkan masalah ataupun konflik. Karena itu kami berharap media bisa bekerja sesuai landasan KEJ seperti akurasi data, sesuai fakta, tidak menyinggung sara atau apapun yang bisa mengundang konflik antar suku, agama, ras dan golongan, ” jelas Kadis Kominfo SP Gowa.
Baginya, akurasi informasi harus menjadi prioritas utama dalam pemberitaan.
“Akurasi di atas segalanya. Kalau ada data kurang pas, bisa dikonfirmasikan kepada kami dan kami berkomitmen memberikan data yang valid,” terangnya.
Jurnalis pun diharap dapat menjaga iklim informasi yang sehat dan edukatif. Ruang publik harus dijauhkan dari hoaks serta informasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Jika ada informasi yang salah, mari luruskan. Tumbuhkan kepercayaan ruang publik bahwa media massa adalah lembaga pencerahan yang menayangkan berita update dan terpercaya, ” tandas Emy.
Dalam diskusi yang dihadiri puluhan jurnalis ini juga menghadirkan wartawan senior yng juga mantan Kadis Kominfo SP Gowa Arifuddin Saeni.
Arifuddin Saeni pun banyak memberikan masukan baik kepada Dinas Kominfo SP maupun kepada para jurnalis yang selama ini bertugas di wilayah Gowa khususnya di lingkup Pemerintahan Kabupaten Gowa.
Dalam diskusi tersebut terjadi interaksi positif, dimana sejumlah jurnalis menyampaikan beberapa saran masukan kepada pemerintah yang dijawab dengan komitmen besar Dinas Kominfo SP untuk ditindaklanjuti. –

