PAREPARE, UJUNGJARI.COM — Musim BRI Super League 2025/2026 menjadi periode yang tidak bersahabat bagi PSM Makassar dan Persik Kediri.
Dua tim yang pernah mencicipi gelar juara di era sepak bola modern Indonesia itu kini justru terjebak di papan bawah klasemen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada pekan ke-29, kedua tim akan saling berhadapan di Stadion Gelora BJ Habibie, Kamis (23/4/2026) sore. Laga ini menjadi momentum penting bagi Juku Eja dan Macan Putih untuk menjauh dari ancaman degradasi.
Performa inkonsisten sepanjang musim menjadi penyebab utama sulitnya kedua tim bersaing di papan tengah. Meski demikian, Persik datang dengan catatan sedikit lebih baik.
Tim asuhan Marcos Reina itu meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dalam lima laga terakhir, termasuk kemenangan 1-0 atas Persita.
Sementara itu, PSM justru tampil lebih terseok. Pasukan Ramang hanya mampu mencatatkan satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.
Saat ini, Persik mengoleksi 33 poin dan berada dua tingkat di atas PSM yang baru mengumpulkan 28 angka. Meski begitu, kemenangan belum tentu langsung mengangkat posisi PSM melampaui Persik dari sisi klasemen.
Caretaker PSM, Ahmad Amiruddin, dituntut meramu strategi terbaik demi mengamankan tiga poin di kandang. Apalagi, PSM juga harus bersaing ketat dengan Persijap yang memiliki poin sama.
Secara permainan, PSM dinilai masih lemah dalam menciptakan gol dari skema terbuka. Namun, mereka cukup berbahaya dalam situasi bola mati yang kerap menjadi andalan untuk mencetak gol.
Pada pertemuan putaran pertama di Kediri, kedua tim bermain imbang 1-1. PSM sempat unggul lewat gol Alex Tanque pada menit ke-53 sebelum disamakan oleh Imanol Garcia di menit ke-73.
Pertandingan kali ini menjadi peluang bagi PSM untuk menebus kegagalan tersebut sekaligus menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (**)

