GIANYAR, UJUNGJARI.COM — Kemenangan dramatis diraih Borneo FC saat menaklukkan Bali United dengan skor 3-2 pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5/2026) malam.
“Remontada di Stadion Dipta.” Itulah caption yang diunggah akun Instagram resmi Borneo FC usai laga penuh drama tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesut Etam berhasil bangkit setelah tertinggal lebih dulu dan membawa pulang tiga poin penting dalam perburuan gelar juara musim ini.
Tuan rumah Bali United membuka keunggulan melalui gol Teppei Yachida pada menit ke-21. Gol tersebut sempat membuat banyak pihak memprediksi Borneo FC akan kesulitan mencuri poin di kandang Serdadu Tridatu.
Namun, situasi berubah total di babak kedua setelah pelatih Fabio Lefundes melakukan sejumlah pergantian pemain dan perubahan taktik.
Mario Peralta menjadi bintang kemenangan Borneo FC lewat dua golnya pada menit ke-49 dan 74. Meski sempat disamakan setelah Caxambu mencetak gol bunuh diri pada menit ke-76, Borneo FC kembali unggul hanya tiga menit berselang melalui gol Juan Villa pada menit ke-79.
Skor 3-2 bertahan hingga laga usai dan memastikan Pesut Etam tetap menjaga asa juara.
Hasil krusial ini membuat Borneo FC kini mengoleksi 75 poin di posisi kedua klasemen sementara, hanya kalah selisih gol dari Persib Bandung yang berada di puncak.
Fabio Lefundes mengakui timnya tampil kurang maksimal pada babak pertama. Namun perubahan strategi di paruh kedua menjadi titik balik kemenangan timnya.
“Kami memainkan babak pertama di bawah ekspektasi dan kami kesulitan dalam penyesuaian taktik,” ujar Lefundes.
Ia menyebut masuknya beberapa pemain, termasuk Komang Teguh Trisnanda, membuat permainan tim jauh lebih baik.
“Kami melakukan dua perubahan karena alasan itu dan permainan pun lebih bagus. Kami bisa membawa kendali permainan di tangan kami meskipun Bali United punya satu atau dua peluang,” lanjutnya.
Pelatih asal Brasil itu juga menegaskan bahwa Borneo FC layak diperhitungkan dalam persaingan juara musim ini.
Menurutnya, banyak pihak terlalu fokus pada persaingan tim lain dan melupakan konsistensi Pesut Etam sejak awal musim.
“Kami sudah bermain dalam 32 pertandingan dan orang-orang menganggap kami tidak terlihat di kompetisi ini. Tapi Borneo FC sekarang ada di sini dan hidup sejak ronde pertama. Saya hanya mendengar orang bicara soal jarak poin antara Persija dan Persib. Tapi mereka lupa kalau kami juga bersaing meraih gelar,” tegasnya. (drw)

