MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Universitas Patria Artha (UPA) membuat gebrakan baru dalam dunia pendidikan tinggi dengan menggelar program bela negara bagi mahasiswa baru bekerja sama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat TNI Angkatan Udara atau Kopasgat TNI AU.
Program tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX, Andi Lukman, yang menyebut langkah Universitas Patria Artha sebagai terobosan luar biasa dalam membentuk karakter mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor Universitas Patria Artha, Bastian Lubis mengatakan, program bela negara bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan bagian dari pembentukan mental, disiplin, dan semangat kebersamaan mahasiswa.
Bastian mengaku senang melihat perubahan mahasiswa setelah mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan suasana kampus mulai terasa lebih hidup dan penuh semangat.
“Sudah terlihat perkembangannya. Teman-teman mahasiswa sudah mulai olahraga voli di belakang kampus. Aura semangatnya sudah terlihat, alhamdulillah. Ini berkat dukungan teman-teman dari Kopasgat TNI AU,” katanya, Jumat (15/5) di Kampus UPA.
Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjaga dan membangun citra Universitas Patria Artha agar mampu sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“Kita harus membranding Universitas Patria Artha dengan baik dengan kekuatan kita masing-masing. Kita jaga nama baik universitas di mana pun berada,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, menilai program bela negara sejalan dengan konsep pendidikan berbasis Outcome Based Education (OBE) yang menekankan tiga capaian utama lulusan, yakni pengetahuan, keterampilan, dan karakter.
“Kurikulum saat ini memang mengharuskan kita seperti ini. Lulusan harus punya pengetahuan luar biasa, keterampilan hebat, dan karakter yang mumpuni,” ujarnya.
Menurutnya, karakter tidak dapat dibentuk hanya melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi harus melalui aktivitas nyata yang melatih mental, fisik, dan kedisiplinan mahasiswa.
“Salah satu pembentukan karakter adalah ini. Tidak bisa orang berkarakter kalau tidak sehat, harus kuat,” katanya.
Andi Lukman bahkan mendorong agar kegiatan bela negara diberikan bobot SKS agar mahasiswa lebih termotivasi mengikuti program tersebut.
“Tolong dikasih SKS Pak, jangan ragu-ragu. Kasih tiga, kasih lima SKS supaya mereka semangat,” ucapnya.
Ia juga menilai sistem pendidikan tinggi ke depan tidak lagi bisa hanya berfokus pada teori di ruang kelas. Menurutnya, mahasiswa perlu lebih banyak mendapatkan pengalaman lapangan yang mampu membentuk karakter dan daya tahan mental.
“Paling banyak di kelas itu empat semester, selebihnya kita adakan kegiatan seperti ini. Bisa saja tiga bulan kita kasih 10 SKS, enam bulan 20 SKS, karena hasilnya luar biasa,” jelasnya.
Andi Lukman menyebut program bela negara Universitas Patria Artha layak menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Indonesia.
“Ini akan menjadi model. Saya akan sampaikan ke perguruan tinggi lain untuk mempelajari model pembentukan karakter seperti ini,” pungkasnya. (rhm)

