MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai menjalani rangkaian ibadah lontar jumrah setibanya di Mina pada 10 Zulhijjah. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang berlangsung hingga 13 Zulhijjah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan, sesuai jadwal, jemaah akan memulai lontar Jumrah Aqobah pada 10 Zulhijjah mulai pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Setelah itu, jemaah melanjutkan mabid atau bermalam di Mina pada 11 hingga 13 Zulhijjah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama masa mabid tersebut, jemaah dijadwalkan melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Wusta, dan Aqobah sesuai jadwal kloter masing-masing.

Untuk mengantisipasi kepadatan pergerakan jemaah, Kementerian membagi proses kepulangan dari Mina menuju Makkah ke dalam dua skema, yakni Nafar Awal dan Nafar Tsani.

Jemaah yang mengikuti skema Nafar Awal ditargetkan meninggalkan Mina pada 12 Zulhijjah setelah menyelesaikan rangkaian lontar jumrah. Sementara itu, jemaah Nafar Tsani akan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijjah.

Pemerintah menargetkan seluruh proses pemulangan jemaah dari Mina menuju hotel masing-masing di Makkah dapat tuntas paling lambat pukul 15.00 WAS pada 13 Zulhijjah.

Di tengah padatnya mobilitas selama fase Armuzna, Maria mengingatkan jemaah agar selalu menjaga keselamatan dan kedisiplinan selama menjalankan ibadah.

Ia meminta jemaah untuk selalu membawa identitas, menjaga kekompakan rombongan, serta tidak bepergian seorang diri selama berada di kawasan Armuzna.

“Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat pun memberikan keringanan melalui mekanisme badal (diwakilkan) lontar jumrah,” ujar Maria.  (**)