MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang penjaga kantin di lingkungan Kampus Pelayaran PIP Untia Makassar menuai sorotan.

Keluarga korban mendesak pihak kampus untuk memberikan sanksi tegas terhadap terduga pelaku yang disebut merupakan seorang taruna PIP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga korban menilai tindakan tegas perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan kampus.

“Ya, harusnya pihak kampus memberikan sanksi tegas kepada pelaku, supaya tidak ada korban lain di sini,” ujar Kamsiah, keluarga korban yang juga bekerja sebagai penjaga kantin di Kampus PIP Untia, Makassar.

Kamsiah mengungkapkan, terduga pelaku disebut kerap membuat keresahan di area kantin kampus. Bahkan, menurutnya, sebelumnya juga pernah terjadi dugaan intimidasi dan ancaman.

“Saya sendiri pernah diancam, mau dibawakan preman. Dan betul, pernah saya dibuntuti anak muda naik tiga motor. Saya takut sekali,” katanya.

Ia berharap pihak kampus segera mengambil langkah tegas, termasuk menjatuhkan sanksi berat apabila terbukti melakukan pelanggaran.

“Kita berharap pihak kampus bertindak dan memberi sanksi pemecatan kepada taruna yang sering membuat onar, apalagi sampai melakukan penganiayaan,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan kampus, terduga pelaku disebut bernama Delvero, seorang taruna tingkat akhir yang diketahui berasal dari kawasan Kampung Nelayan Untia. Ia disebut kerap bersikap arogan karena merasa sebagai warga setempat.

Sementara itu, pihak PIP Untia Makassar yang berusaha dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi.

Hingga kini, belum ada penjelasan dari pihak kampus terkait dugaan penganiayaan tersebut maupun langkah yang akan diambil terhadap terduga pelaku.  (drw)