MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Keberhasilan Persib Bandung kembali mengangkat trofi musim ini tak lepas dari laga penutup yang menyuguhkan cerita menarik.

Meski Maung Bandung akhirnya memastikan gelar, penampilan lini belakang Persijap Jepara mendapat sorotan, terutama aksi gemilang penjaga gawang Muh Adriansyah yang berulang kali menggagalkan peluang Persib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penampilan Adriansyah dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Persib kesulitan membongkar pertahanan Persijap.

Sejumlah peluang emas Maung Bandung mampu dipatahkan lewat penyelamatan penting sang kiper sepanjang pertandingan.

Munculnya Adriansyah sekaligus mempertegas tren baru dalam pembinaan pemain di PSM Makassar. Dalam sekitar lima tahun terakhir, klub berjuluk Juku Eja itu dinilai semakin banyak melahirkan penjaga gawang berkualitas pasca era Samsidar.

Beberapa nama yang muncul antara lain Syaiful Samsudin, Hilmansyah, Reza Arya Pratama hingga Adriansyah. Dari deretan nama tersebut, Adriansyah disebut paling cepat menunjukkan peran hingga mendapat perhatian di level tim nasional.

Harapan juga disematkan kepada Hilmansyah agar mampu menembus tim nasional, sementara kontribusi Reza Arya Pratama di level lebih tinggi dinilai masih dinantikan.

Fenomena ini dinilai mulai menggeser dominasi kiper asal Sulawesi Utara yang sebelumnya banyak melahirkan nama besar seperti Jendri Pitoy, Geri Mandagi, Rivky Mokodompit, hingga Gianluca Pandeynuwu.

Di sisi lain, PSM juga dinilai terus memperkuat sejarah sebagai klub yang mampu melahirkan pemain di berbagai lini.

Juku Eja sebelumnya dikenal memiliki lini belakang tangguh dengan sosok seperti Erwin Gutawa, gelandang pekerja keras seperti Syamsul Chaeruddin, hingga penyerang produktif seperti Andi Oddang dan Muhammad Rahmat.

Namun, saat ini kekuatan PSM dinilai mulai bergeser. Posisi penjaga gawang menjadi sektor paling menonjol, sementara lini belakang, gelandang hingga penyerang disebut mengalami penurunan dibanding era sebelumnya.

Di tengah situasi tersebut, harapan besar diarahkan pada kebangkitan finansial klub agar mampu menopang operasional tim, memperkuat kualitas pemain, ofisial, hingga pelatih untuk membawa PSM kembali ke jalur prestasi dan bersaing di papan atas sepak bola Indonesia.  (**)