MALAYSIA,UJUNGJARI.COM— Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof dr Taruna Ikrar kembali meraih gelar profesor. Kali ini penghargaan akademik tertinggi itu diterima Taruna dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM).
Universiti Teknologi Malaysia merupakan salah satu universitas riset publik sektor negeri terkemuka di Malaysia yang berfokus pada bidang teknik, sains, dan teknologi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan QS World University Rankings 2026, UTM menempati peringkat 100 di dunia dan menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi teknik terbesar dan terbaik di Asia Tenggara.
Penganugerahan gelar Profesor Adjung untuk Prof Taruna itu berlangsung di kampus UTM di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (23/5/2026).
Penganugerahan gelar profesor ini dirangkaikan dengan penyampaian orasi ilmiah. Di depan dewan guru besar dan civitas akademika UTM, Prof Taruna menyampaikan orasi tentang terapi sel dan gen dalam farmakologi modern.
Dalam pemaparannya Prof Taruna mengatakan terapi sel dan gen merupakan transformasi perkembangan farmakologi dari pengobatan tradisional ke pengobatan modern.
Ia mengatakan terapi ini merupakan revolusi dan masa depan pengobatan dunia kedokteran untuk berbagai penyakit degeneratif maupun kanker.
Prosesi penganugerahan gelar profesor untuk Prof Taruna dihadiri sejumlah pejabat dari Indonesia dan Malaysia. Di antaranya Wakil Menteri Tenaga Kerja RI, Dr Arfiansyah Noor dan sejumlah pejabat utama dari BPOM RI.
Sejumlah guru besar dari Universitas Hasanuddin Makassar juga ikut hadir. Di antaranya Prof Dr Marhaen Hardjo, Prof Dr Mansyur, dan Prof Dr Muhammad Armin.

Prof Taruna secara khusus juga menyampaikan terima kasih kepada Elsyeida Napitupulu, Managing Director PT Harsen Laboratories yang selalu bersinergi bersama dan hadir langsung di Malaysia.
Usai menerima gelar profesor, Prof Taruna menyampaikan komitmennya untuk berbakti dan sharing ilmu pengetahuan dengan civitas akademika Universitas Teknologi Malaysia.
“Penghargaan dan gelar ini menjadi penyemangat untuk terus mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan,” kata Taruna Ikrar.

