JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Timnas Jerman datang ke Piala Dunia 2026 dengan membawa harapan besar untuk mengembalikan kejayaan mereka di panggung sepak bola dunia.
Setelah mengalami kekecewaan dengan tersingkir di fase grup pada edisi 2018 dan 2022, Die Mannschaft kini bertekad bangkit dan kembali menjadi kandidat kuat juara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bawah arahan pelatih muda Julian Nagelsmann, Jerman menargetkan gelar juara dunia kelima yang akan menyamai dominasi mereka sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia.
Nagelsmann berusaha membangun fondasi tim yang solid dengan mengedepankan kebersamaan, disiplin, dan mentalitas juara sebagai modal utama menghadapi turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Optimisme publik Jerman semakin meningkat berkat kombinasi pemain senior dan generasi muda berbakat yang dimiliki skuad saat ini. Nama-nama seperti Joshua Kimmich, Kai Havertz, Leroy Sane, Antonio Rudiger, serta kiper veteran Manuel Neuer menjadi tulang punggung tim.
Sementara itu, Jamal Musiala dan Florian Wirtz diharapkan menjadi motor kreativitas yang mampu membawa Jerman melangkah jauh di turnamen.
Kembalinya Manuel Neuer dari pensiun internasional juga menjadi suntikan moral penting bagi skuad.
Pengalaman penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut dinilai sangat berharga dalam membimbing para pemain muda menghadapi tekanan di ajang terbesar sepak bola dunia.
Di fase grup, Jerman tergabung di Grup E bersama Ekuador, Pantai Gading, dan Curacao. Secara kualitas, Die Mannschaft lebih diunggulkan untuk lolos ke babak gugur.
Namun, Nagelsmann menegaskan bahwa timnya tidak boleh meremehkan lawan mana pun dan harus fokus pada setiap pertandingan demi menjaga momentum positif.
Harapan terbesar pendukung Jerman tentu saja melihat tim kesayangannya kembali mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kali sejak sukses menjadi juara pada 2014 di Brasil.
Dengan skuad yang dinilai sebagai salah satu yang terkuat dalam beberapa tahun terakhir, Die Mannschaft memiliki peluang nyata untuk kembali bersaing di papan atas sepak bola dunia dan menghapus memori buruk dari dua edisi sebelumnya. (int/bola/drw)

