JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Kurang dari dua pekan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, FIFA menghadapi tantangan yang tidak banyak diprediksi sebelumnya.
Pertandingan pembuka antara Timnas Amerika Serikat melawan Paraguay yang akan berlangsung pada 12 Juni 2026 di Stadion SoFi, Los Angeles, masih menyisakan ribuan tiket yang belum terjual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan The Athletic, hingga Kamis malam waktu setempat, lebih dari 3.500 tiket masih tersedia di platform penjualan resmi FIFA. Selain itu, sekitar 6.500 tiket lainnya beredar di platform penjualan kembali (resale) resmi FIFA.
Dengan demikian, terdapat lebih dari 10.000 tiket yang masih dapat dibeli untuk laga yang diharapkan menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada fase awal turnamen.
Tiket yang beredar di pasar resale merupakan tiket yang sebelumnya telah dibeli oleh suporter maupun pihak lain, kemudian kembali ditawarkan kepada calon pembeli.
Sementara itu, sedikitnya 3.500 tiket di portal utama FIFA belum berhasil terjual sama sekali.
Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan FIFA memenuhi kapasitas Stadion SoFi yang diperkirakan menampung sekitar 69.650 penonton selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Data pemantauan inventaris tiket menunjukkan sepanjang Mei, jumlah tiket yang ditambahkan FIFA ke portal penjualan bahkan terlihat lebih banyak dibandingkan tiket yang berhasil terjual. Penjualan harian disebut hanya bergerak dalam kisaran puluhan tiket per hari.
Kondisi tersebut semakin diperumit oleh harga tiket di pasar sekunder yang dalam sejumlah kasus justru lebih murah dibandingkan harga resmi FIFA. Beberapa tiket bahkan dijual dengan harga kurang dari separuh harga resmi setelah memperhitungkan biaya tambahan dan pajak.
Sejak penjualan dimulai pada Oktober tahun lalu, FIFA menetapkan harga tiket kategori tertinggi mencapai 2.735 dolar AS untuk Kategori 1, 1.940 dolar AS untuk Kategori 2, dan 1.120 dolar AS untuk Kategori 3. Meski laju penjualan belum memenuhi harapan, FIFA hingga kini belum melakukan penyesuaian harga.
Kebijakan penjualan tiket FIFA sendiri telah menuai berbagai kritik dan kini juga menjadi perhatian dalam penyelidikan terkait praktik distribusi serta penjualan tiket.
Sepanjang April dan Mei 2026, FIFA diketahui secara bertahap merilis tiket yang sebelumnya disimpan atau ditahan. Untuk sebagian besar pertandingan Piala Dunia 2026, tiket tambahan tersebut umumnya langsung terserap pasar dalam waktu singkat. Namun, kondisi berbeda terjadi pada laga pembuka antara Amerika Serikat dan Paraguay.
Pada 7 Mei lalu, FIFA menambahkan ribuan tiket baru sehingga jumlah kursi yang tersedia melonjak menjadi lebih dari 5.000. Meski sebagian tiket berhasil terjual, sekitar 24 jam kemudian hampir 3.000 tiket mendadak menghilang dari portal penjualan resmi.
Barisan kursi, blok, hingga beberapa sektor stadion yang sebelumnya tersedia tidak lagi muncul dalam sistem penjualan. Hingga kini belum diketahui ke mana tiket-tiket tersebut dialihkan atau bagaimana status distribusinya.
Dalam beberapa pekan setelahnya, lebih dari 2.000 tiket tetap tersedia untuk pertandingan yang akan digelar pada 12 Juni tersebut. Situasi kembali berubah pada Kamis lalu ketika FIFA merilis lebih dari 1.000 tiket tambahan, sehingga jumlah kursi yang belum terjual kembali melampaui angka 3.500.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menjelaskan alasan di balik kebijakan penyimpanan sebagian tiket tersebut.
“Kami ingin menyisakan sejumlah tiket untuk terus dijual hingga turnamen dimulai agar memberi kesempatan kepada pembeli yang datang belakangan,” ujar Infantino.
Sejumlah pakar industri tiket menilai strategi seperti itu merupakan praktik yang cukup umum dalam penyelenggaraan acara berskala besar. Menurut mereka, ketersediaan tiket yang dirilis secara bertahap dapat menciptakan kesan kelangkaan dan tingginya permintaan, sehingga mendorong calon penonton untuk segera melakukan pembelian.
Sebelumnya, The Athletic melaporkan bahwa penjualan tiket laga Amerika Serikat kontra Paraguay tertinggal dibandingkan pertandingan lain yang juga digelar di Stadion SoFi.
Dalam dokumen tertanggal 10 April yang dibagikan kepada panitia lokal, tercatat sebanyak 40.934 tiket telah terjual untuk pertandingan pembuka tersebut.
Sebagai perbandingan, pertandingan Iran melawan Selandia Baru yang berlangsung tiga hari setelahnya di stadion yang sama telah mencatat penjualan sebanyak 50.661 tiket.
Belum diketahui apakah angka tersebut sudah mencakup tiket hospitality dan kategori lainnya yang tidak dijual secara umum kepada publik. Saat dimintai keterangan lebih lanjut mengenai data penjualan tiket, FIFA menolak memberikan rincian tambahan.
Dalam pernyataan resminya, juru bicara FIFA menyebut bahwa publikasi angka-angka tersebut sebagai fakta akan menjadi sesuatu yang “menyesatkan dan tidak bertanggung jawab”, tanpa menjelaskan alasan lebih lanjut terkait pernyataan tersebut.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju kick-off Piala Dunia 2026, perkembangan penjualan tiket laga pembuka kini menjadi sorotan tersendiri bagi FIFA, terutama dalam upaya memastikan atmosfer penuh di salah satu stadion terbesar yang menjadi tuan rumah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. (Int/drw)

