GOWA, UJUNGJARI.COM — Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa terus bergerak memasifkan penanganan stunting. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin (DM) yang juga Ketua TPPS Gowa saat kembali menyalurkan paket makanan bergizi ke keluarga berisiko stunting.
Kali ini penyaluran paket makanan bergizi tersebut menyasar Kecamatan Pallangga pada Rabu (3/6) setelah kemarin fokus berbagi di Kecamatan Bajeng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, DM mengaku tak ingin berpuas diri dengan capaian Kabupaten Gowa yang berhasil meraih penghargaan nasional karena masuk dalam posisi tiga terbaik penurunan angka kemiskinan dan stunting atau gizi buruk di Sulsel.
Bagi Wakil Bupati Gowa, penghargaan dari pemerintah pusat tersebut, justru dijadikan sebagai motivasi untuk terus memasifkan penanganan stunting yang saat ini sudah berada di angka 17 persen yang semula 33 persen.
“Jadi yang kita massifkan adalah gerakannya bukan sumber dananya. Karena ini program baru uji coba tiap bulannya untuk melihat apakah efektif untuk menutup celah dari program yang ada baik dari segi gizi maupun vitamin dari anak yang stunting maupun yang rentan di keluarga sasaran. Jadi kita turun langsung ke keluarga sasaran di desa dna kelurahan. Dan kita mau memastikan program pemberian paket makanan bergizi ini benar-benar berjalan efektif dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat, ” kata DM, sapaan akrab Wakil Bupati Gowa melalui pesan WhatsAppnya kepada ujungjari.com Rabu malam.
DM menjelaskan detil langkah yang dimassifkan yakni menyalurkan bantuan paket makanan bergizi kepada keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Khusus di Pallangga, gerakan ini melibatkan keluarga sasaran dari tiga desa yakni Desa Bontoala, Desa Jenetallasa dan Desa Taeng. Total paket makanan bergizi yang disalurkan sebanyak 200 paket.
Di Pallangga, Wabup Gowa didampingi Ketua TP PKK Gowa Andi Tenri Indah Darmawangsyah. Pada momen ini, keduanya disambut antusias ratusan warga dari tiga desa yang sudah berdatangan sejak pukul 08.00 Wita.
DM pun mengaku terkejut sekaligus terharu melihat warga yang rela datang lebih awal. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi modal penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Gowa.
Semua itu kata DM tak lepas dari kerja kolaboratif pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, penyuluh KB, hingga Tim Pendamping Keluarga dan lintas elemen yang dinilai berhasil menekan jumlah kasus stunting di wilayah tersebut.
“Sebelumnya, saya sudah menerima laporan ada tujuh anak yang mengalami stunting di Pallangga ini. Dan Alhamdulillah, sekarang tersisa dua kasus. Ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, hasilnya bisa terlihat dengan cepat. Kita harus terus menjaga dan memperkuat kolaborasi ini agar kasus yang tersisa juga bisa segera ditangani,” kata Wabup Gowa.
Dikatakan DM, pemberian paket makanan bergizi bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai kelompok paling rentan terhadap risiko stunting.
“Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Karena itu kami meminta seluruh perangkat desa, aparat kecamatan, tenaga pendamping dan penyuluh untuk terus memperbarui data sehingga program yang dijalankan tepat sasaran,” tandasnya.
DM juga memanfaatkan pertemuan dengan warga untuk memberikan edukasi mengenai stunting, mulai dari penyebab, dampak jangka panjang, hingga langkah-langkah pencegahannya. Sebab menurut DM, pemahaman masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.
“Saat ini Pemkab Gowa tengah menyiapkan skema program yang lebih luas untuk mendukung keluarga berisiko stunting di seluruh wilayah kabupaten. Program tersebut direncanakan mencakup pemberian bantuan nutrisi secara berkala berupa telur, susu, dan vitamin kepada kelompok sasaran. Kalau seluruh elemen bergerak bersama, saya optimis angka stunting di Gowa yang saat ini berada di kisaran 17 persen bisa kita tekan hingga 10 persen lagi. Ini bukan pekerjaan pemerintah saja, tapi gerakan bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak,” tandas DM.
Wabup Gowa pun mengingatkan, jangan sampai bantuan yang diperuntukkan bagi keluarga berisiko justru diterima oleh mereka yang sebenarnya sudah mampu.
“Fokus kita adalah memastikan kebutuhan gizi masyarakat rentan dapat terpenuhi,” Tekan Wabup Gowa.
Pemkab Gowa berharap percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi target statistik semata, tapi benar-benar menghadirkan perubahan kualitas hidup bagi generasi masa depan daerah.
Terkait program ini, Camat Pallangga Muhammad Basir, mengatakan, kehadiran pimpinan daerah menjadi bukti bahwa upaya penanganan stunting di Gowa tidak hanya dilakukan melalui kebijakan tapi juga melalui aksi nyata di lapangan.
“Kami berharap bantuan dan perhatian yang diberikan ini memperkuat upaya penurunan stunting di Kecamatan Pallangga,” sebut Camat Pallangga. –

