MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Tim Keabsahan PBSI Makassar merevisi jumlah klub bulutangkis yang tercatat memiliki hak suara pada pelaksanaan Muskot PBSI Makassar yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli 2026.
Sebelumnya, jumlah klub pemilik hak suara disebut sebanyak 23 klub. Namun setelah dilakukan pengecekan ulang pada sistem administrasi organisasi dan koordinasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sulawesi Selatan, jumlah tersebut bertambah menjadi 26 klub.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota Tim Keabsahan PBSI Makassar, Aldi Sam Jaya, menjelaskan bahwa perubahan data tersebut merupakan hasil verifikasi ulang terhadap status keanggotaan klub yang tercatat dalam sistem organisasi.
“Setelah kami cek kembali hingga tadi malam dan melakukan koordinasi dengan Pengprov PBSI Sulsel, ternyata jumlah klub yang memiliki hak suara pada Muskot bukan 23 klub, melainkan 26 klub,” ujar Aldi kepada ujungjari.com, Jumat (5/6/).
Meski demikian, Aldi menegaskan bahwa 26 klub yang tercatat dalam sistem tersebut tidak serta-merta dipastikan dapat memilih dan dipilih dalam Muskot. Menurutnya, seluruh klub masih akan menjalani proses verifikasi lanjutan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan.
“Menurut kami di tim keabsahan, 26 klub itu adalah data yang tercatat dalam sistem. Namun mereka tidak serta-merta bisa memilih dan dipilih. Nantinya akan ada verifikasi aktual yang dilakukan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan,” jelasnya.
Aldi menekankan bahwa kewenangan Tim Keabsahan hanya sebatas memeriksa dan menyajikan data organisasi yang tercatat dalam sistem administrasi PBSI.
“Kami di Keabsahan hanya melihat data di sistem. Kami tidak memiliki kewenangan menentukan klub mana yang berhak memberikan suara atau tidak. Yang menentukan nanti adalah Tim Penjaringan melalui proses verifikasi aktual sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh klub yang nantinya memperoleh hak suara benar-benar memenuhi persyaratan organisasi sebagaimana diatur dalam ketentuan PBSI.
Dengan bertambahnya jumlah klub yang tercatat dalam sistem menjadi 26, dinamika menjelang Muskot PBSI Makassar diperkirakan semakin menarik. Pasalnya, jumlah pemilik suara yang akan ditetapkan nantinya berpotensi memengaruhi peta dukungan terhadap para bakal calon Ketua Umum PBSI Makassar periode 2026–2030.
Sejumlah nama yang mulai ramai diperbincangkan dalam bursa calon ketua umum antara lain Prof Amir Ilyas, Herman, Muh Tahir Hamzah, Muh Anshar, hingga Mas Topan (Masto).
Sementara itu, hasil verifikasi Tim Penjaringan dan Penyaringan akan menjadi penentu akhir jumlah klub yang berhak berpartisipasi dalam proses pemilihan kepemimpinan PBSI Makassar untuk empat tahun mendatang. (drw)

