MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Bakal calon Ketua Umum PBSI Kota Makassar, Herman Sayuti, resmi mengambil formulir pendaftaran Musyawarah Kota (Muskot) PBSI Makassar 2026 di Sekretariat Panitia Penjaringan yang berlokasi di GOR MBC Borong, Makassar, Rabu (10/6/2026) pagi.

Kedatangan Herman Sayuti menandai keseriusannya untuk bertarung dalam pemilihan Ketua Umum PBSI Kota Makassar periode 2026-2030.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia hadir didampingi owner Lammoro Mandiri BC, Piter, serta sejumlah perwakilan klub yang menyatakan dukungan terhadap pencalonannya.

Rombongan Herman Sayuti diterima langsung oleh Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum PBSI Makassar, Rizal Asjahad. Turut hadir Sekretaris Tim Penjaringan Muh Zein serta anggota tim penjaringan lainnya, yakni Amri, Darwin, dan Mulyadi.

Ketua Tim Penjaringan Rizal Asjahad mengatakan proses pengambilan formulir merupakan bagian dari tahapan Muskot yang saat ini sedang berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Panitia membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh bakal calon yang memenuhi persyaratan untuk mengambil formulir dan mengikuti seluruh tahapan Muskot PBSI Makassar 2026,” ujar Rizal.

Ia menegaskan seluruh proses penjaringan dilakukan secara terbuka, transparan, dan sesuai ketentuan organisasi.

Sementara itu, pengambilan formulir oleh Herman Sayuti semakin menghangatkan bursa calon Ketua Umum PBSI Kota Makassar.

Sebelumnya, sejumlah klub anggota PBSI Makassar telah menyatakan dukungan kepada Herman untuk maju dalam Muskot yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli 2026 di Hotel MaxOne Makassar.

Tahapan pengambilan formulir sendiri dibuka mulai 8 hingga 12 Juni 2026 di Sekretariat PBSI Kota Makassar, GOR MBC Borong.

Setelah itu, bakal calon diwajibkan melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Dengan resmi mengambil formulir pendaftaran, Herman Sayuti menjadi salah satu kandidat yang telah memulai proses pencalonan secara resmi menuju perebutan kursi Ketua Umum PBSI Kota Makassar periode 2026-2030.  (drw)