MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Kejuaraan Bulutangkis PBSI Sulawesi Selatan Cup 1 tak hanya menjadi panggung bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kategori veteran justru tampil sebagai salah satu daya tarik utama dalam turnamen yang berlangsung di GOR Bulutangkis Kantor Gubernur Sulsel, 8–11 Juni 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kelas veteran yang mempertemukan pasangan dengan usia minimal 48 tahun dan total usia pasangan minimal 100 tahun menghadirkan atmosfer berbeda.
Selain menyajikan persaingan sengit, kategori ini juga menjadi ajang reuni para legenda bulutangkis Sulawesi Selatan yang pernah mewarnai dunia tepok bulu di daerahnya.
Ketua Panitia PBSI Sulsel Cup 1, Nasrun yang akrab disapa Om Rewa, mengatakan kehadiran kategori veteran bertujuan memberi ruang bagi para pemain senior untuk tetap aktif berolahraga sekaligus mempererat silaturahmi.
“Ini menjadi ajang reuni bagi para pemain senior yang ada di Sulawesi Selatan. Pesertanya datang dari berbagai daerah dan antusiasmenya luar biasa,” ujar Om Rewa yang juga menjabat Ketua Legend Badminton Sulsel.
Meski tak lagi berada di usia muda, semangat para peserta tetap membara. Sejumlah pertandingan berlangsung ketat hingga rubber set dan menghadirkan drama yang membuat penonton terpaku menyaksikan jalannya laga.
Pasangan Kusnadi dan A. Kanaco akhirnya keluar sebagai juara setelah melewati serangkaian pertandingan berat.
Kusnadi yang akrab disapa Tetta mengaku bersyukur bisa meraih gelar juara di tengah persaingan yang sangat kompetitif.
“Alhamdulillah bisa menjadi juara. Kompetisinya sangat ketat karena diikuti mantan-mantan pemain berpengalaman Sulsel. Di semifinal dan final banyak terjadi pertandingan rubber set yang menguras tenaga,” ungkapnya.
Salah satu kejutan terbesar datang dari pasangan Dinar dan Antono. Berstatus pasangan nonunggulan, keduanya mampu menembus semifinal dan mengamankan medali perunggu bersama.
Dinar yang akrab disapa BR mengaku pencapaian tersebut di luar perkiraannya. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa kerja keras dan optimisme mampu menghasilkan hasil terbaik.
“Kami sebenarnya tidak terlalu diperhitungkan. Tapi kami bisa membuktikan dan meraih posisi ketiga. Ini menjadi pelajaran bahwa jangan pernah pesimis dalam meraih harapan,” katanya.
Sementara itu, pasangan Lukman dan Dg Miala yang finis sebagai runner-up juga mendapat apresiasi atas perjuangan mereka hingga mencapai partai final.
Lukman mengungkapkan bahwa perjalanan menuju laga puncak tidak mudah karena harus menjalani pertandingan beruntun dengan waktu istirahat yang minim.
“Setelah semifinal, kami langsung lanjut ke final. Kondisinya cukup menguras tenaga, tetapi kami tetap bersyukur bisa sampai partai puncak. Mudah-mudahan kelas veteran seperti ini terus diadakan sebagai wadah bagi pemain senior dan legenda bulutangkis Sulsel,” ujarnya.
Kesuksesan penyelenggaraan kategori veteran dalam PBSI Sulsel Cup 1 menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap olahraga bulutangkis tidak mengenal batas usia.
Para legenda yang pernah berjaya di lapangan tetap mampu menghadirkan pertandingan berkualitas sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga semangat berolahraga sepanjang hayat. (Rls)
Hasil Kategori Veteran PBSI Sulsel Cup 1 2026
● Juara 1: Kusnadi / A. Kanaco
● Juara 2: Lukman / Dg Miala
● Juara 3 Bersama: Antono / Dinar dan Parmin / Mulyadi.


