SINJAI, UJUNGJARI.COM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai terus memperkuat fungsinya sebagai penyambung lidah rakyat dengan turun langsung ke wilayah pelosok demi memastikan keadilan pembangunan. Komitmen ini diwujudkan melalui agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh pimpinan dewan untuk menjemput langsung blueprint kebutuhan riil masyarakat di tingkat desa.

Langkah taktis tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sinjai sekaligus Anggota Komisi III, Fachriandi Matoa. Legislator Fraksi Gerindra dari Daerah Pemilihan IV Sinjai Barat–Sinjai Tengah ini menggelar tatap muka dan dialog interaktif bersama warga di Dusun Soppeng, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh para tokoh masyarakat, pemuda, hingga perangkat desa, termasuk Kepala Dusun Tonrong, Desa Terasa. Mereka menitipkan tumpuan harapan terkait percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas wilayah, fasilitas pelayanan dasar, hingga program pemberdayaan ekonomi.

Infrastruktur penunjang aksesibilitas menjadi keluhan utama yang mendominasi jalannya dialog. Otoritas dusun dan warga setempat mendesak perlunya prioritas penganggaran untuk perbaikan jalan dan jembatan yang menjadi jalur utama mobilitas harian dan distribusi hasil bumi antardesa, bahkan antarkabupaten.

Merespons puluhan usulan strategis dari konstituennya, pimpinan DPRD Sinjai ini menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk memperjuangkan setiap usulan tersebut agar masuk dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

“Iya, aspirasi ta semua akan kami paripurnakan dan kami kawal, baik di tingkat daerah maupun hingga ke pusat,” ujar Fachriandi Matoa.

Tercatat ada puluhan usulan krusial yang ditampung oleh DPRD Sinjai dalam reses kali ini. Di sektor infrastruktur dan fasilitas umum, usulan mencakup pengecoran jalan penghubung Dusun Tonrong dan Dusun Soppeng, pemeliharaan jalan poros Desa Turungan Baji, pembangunan jalan produksi Kelompok Tani Bulu Marannu, serta pengadaan jaringan listrik menuju objek wisata Air Terjun Laliako.

Warga juga mengusulkan pembangunan sejumlah infrastruktur vital, seperti jembatan beton Batu Cidu, rehabilitasi jembatan beton Sungai Tangka yang menghubungkan Kabupaten Sinjai dengan Kabupaten Bone, pembangunan Pustu di Dusun Tonrong, serta hibah rumah ibadah. Sementara di sektor sumber daya manusia, muncul usulan pelatihan budidaya porang, pelatihan kerja kepemudaan, hingga kejelasan kuota PPPK paruh waktu.

DPRD Sinjai memastikan seluruh usulan dari arus bawah ini akan diformulasikan ke dalam pokok-pokok pikiran dewan. Lembaga legislatif berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut dalam rapat kerja bersama pemerintah daerah agar realisasi pembangunan dapat dilakukan secara bertahap demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di wilayah Sinjai Barat. (ADV)