GOWA, UJUNGJARI.COM — Selama dua hari kedepan dipastikan pelayanan distribusi air ke pelanggan terhenti. Hal itu disebabkan adanya jaringan pipa yang mengalami kebocoran.
Kebocoran akibat retakan di pipa PVC berdiameter 300 ini berdampak pada tidak mengalirnya air secara optimal ke kran rumah pelanggan atau pun perkantoran khususnya yang berada dalam wilayah kota Sungguminasa dan sekitarnya. Kebocoran ini berasal dari pipa yang tertanam di area belakang kantor Lurah Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebocoran ini terdeteksi sejak Jum’at (19/6) dan diidentifikasi sebagai kondisi force majeure. Artinya terjadi tekanan tinggi serta benturan keras dari material batu di bawah tanah menjadi penyebab utama retaknya infrastruktur vital tersebut. Akibat masalah ini, ribuan pelanggan di area kota terdampak.
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Irianto Razak yang dikonfirmasi ujungjari.com, Senin (22/6) menyampaikan jika saat ini tim teknis sedang bekerja ekstra keras di lapangan untuk mengatasi kebocoran pipa.

Sayangnya, kata Irianto, pengerjaan perbaikan pipa bocor ini agak kesulitan karena berada pada kondisi medan sulit, sebab posisi pipa tepat berada di pinggir tanggul, membuat pengerjaan harus dilakukan secara manual tanpa bantuan alat berat.
”Kejadian ini di luar kendali kami. Mengingat posisi pipa yang retak berada di titik terdalam, tim kami harus bekerja manual dengan repair clamp. Estimasi perbaikan memakan waktu sekitar lima jam atau bahkan lebih dan selama maintenance memungkinkan distribusi terhenti hingga tiga hari ke depan,” papar Irianto.
Plt Dirut mengakui jika dampak signifikan dari perbaikan ini dipastikan cukup besar. Dimana suplai air kepada 20 ribu sambungan rumah (SR) mengalami penurunan hingga 80 persen. Sebagai langkah mitigasi, kata Irianto, pihak Perumda menyiagakan armada mobil tangki untuk melayani kebutuhan mendesak pelanggan, meski kapasitasnya terbatas.
”Kami melayani permintaan air bersih dengan unit tangki yang tersedia. Kami mohon maaf karena armada terbatas, sehingga hanya mampu meng-cover 20 hingga 30 persen dari total pelanggan yang terdampak. Kami juga memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas kondisi layanan yang tidak optimal hingga beberapa hari ke depan,” kata Irianto.
Menurut Irianto, meskipun perbaikan fisik pipa ditargetkan selesai dalam waktu singkat, Irianto mengingatkan pelanggan agar tidak langsung berekspektasi air mengalir normal seketika.
Dikatakannya, sistem pipa yang sempat kosong akibat penghentian distribusi membutuhkan waktu untuk proses pengisian ulang.
”Pelayanan kami pastikan normal 100 persen dalam waktu maksimal tiga hari setelah perbaikan selesai. Kami mohon kesabaran pelanggan karena proses pengisian kembali instalasi pipa memerlukan waktu teknis,” paparnya.
Terjadinya kerusakan pipa ini menurut Irianto karena memang kondisi pipa sudah berusia lama sehingga menjadi tantangan besar dan berat bagi Perumda Air Minum Tirta Jeneberang.
“Karena itu ke depan, manajemen berencana melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk melakukan peremajaan pipa menggunakan material HDPE yang lebih tahan lama. Kami sudah merancang rencana peremajaan hanya saja pasti membutuhkan anggaran yang besar, mengingat biaya per kilometer pipa HDPE mencapai miliaran rupiah. Karena itu kami akan mengoordinasikannya dengan Pemkab Gowa lebih dahulu,” jelas Irianto yang juga Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Gowa ini.
Hal senada dikatakan Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Khaerul Aco. Khaerul berharap agar masyarakat bersabar dan memahami akan gangguan pipa bocor ini.
“Insha Allah kami akan bergerak cepat untuk mengatasi dan memperbaiki pipa bocor ini. Semoga pekerjaan petugas kami berjalan lancar, ” kata Khaerul. –

