MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali melaksanakan program kerja bertajuk “Tamangapa Beraksi Olah: Sosialisasi dan Implementasi Pengolahan Sampah” sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan di tiga wilayah Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, yaitu RT 7 RW 4 dan RT 2 RW 4 pada Sabtu (25/7), serta RT 2 RW 2 pada Minggu (26/7).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah rumah tangga, khususnya sampah organik dan anorganik, sehingga tidak hanya mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai alternatif pengolahan sampah, seperti mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme, memanfaatkan sisa organik sebagai pakan maggot Black Soldier Fly (BSF), serta mengolah sampah plastik menjadi eco-brick yang dapat dimanfaatkan sebagai produk fungsional.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang efektif sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Selanjutnya, tim mahasiswa memaparkan proses pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan maggot BSF sebagai solusi pengurai sampah organik sekaligus sumber pakan bernilai ekonomis, serta teknik pembuatan eco-brick sebagai salah satu bentuk pemanfaatan sampah plastik yang sulit terurai.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung pembuatan eco-enzyme menggunakan limbah organik rumah tangga sehingga masyarakat dapat memahami setiap tahapan pembuatannya.
Peserta juga diajak melihat secara langsung budidaya maggot BSF, termasuk proses pemberian pakan menggunakan sampah organik, sehingga masyarakat memperoleh gambaran nyata mengenai pemanfaatan limbah organik sebagai sumber daya yang bernilai.
Pada sesi pengolahan sampah anorganik, masyarakat diperlihatkan contoh eco-brick yang telah dirangkai menjadi kursi sebagai bukti bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai jual.
Sebagai bentuk penguatan aspek kewirausahaan, mahasiswa KKN-T turut memperkenalkan konsep Business Model Canvas (BMC) untuk memberikan gambaran mengenai potensi pengembangan usaha dari produk eco-enzyme, budidaya maggot BSF, maupun eco-brick.
Melalui program “Tamangapa Beraksi Olah”, mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Tamangapa dapat menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri mulai dari lingkungan rumah tangga.
Dengan meningkatnya kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih serta tumbuhnya peluang usaha berbasis ekonomi yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

