FLORES, UJUNGJARI.COM – PT PLN (Persero) bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 melanda wilayah tersebut pada Sabtu (15/8).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik bagi masyarakat yang terdampak bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan Darmawan dalam jumpa pers Siaga Kelistrikan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara virtual dari Depok, Jawa Barat, Minggu (16/8) dini hari.

Dalam kesempatan itu, Darmawan mengatakan dirinya berada di Labuan Bajo untuk memantau langsung penanganan kelistrikan pascagempa.

“Saya berada di Labuan Bajo dalam rangka menangani bencana gempa yang terjadi di Pulau Flores. Tim PLN langsung bergerak cepat mengatasi kondisi sistem kelistrikan yang sempat terdampak karena terjadinya bencana gempa,” kata Darmawan.

Ia menjelaskan, sejumlah pembangkit yang sempat mengalami padam telah dipulihkan secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan pasokan listrik sekaligus mendukung aktivitas masyarakat setelah gempa.

Hingga Minggu dini hari, sebanyak 11 gardu induk yang sebelumnya padam telah berhasil dioperasikan kembali. Dari total 59 penyulang yang terdampak, sebanyak 58 penyulang juga telah kembali beroperasi.

Dengan demikian, pemulihan sistem kelistrikan telah mencapai sekitar 98,3 persen.

“PLN juga berhasil memulihkan aliran listrik kepada sekitar 88 persen pelanggan,” ujarnya.

Meski demikian, proses pemulihan masih terus dilakukan, terutama di sejumlah lokasi yang mengalami longsor. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa tiang listrik roboh sehingga membutuhkan penanganan secara bertahap.

Darmawan memastikan seluruh personel PLN terus bekerja secara intensif untuk mempercepat normalisasi jaringan listrik.
Ia berharap hampir seluruh pelanggan di wilayah terdampak dapat kembali menikmati layanan listrik pada Minggu (16/8).

“Kami terus melakukan percepatan penanganan di lapangan,” katanya.

PLN, lanjut Darmawan, berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah terdampak bencana. Respons cepat dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan dukungan sistem kelistrikan yang aman dan andal.

Darmawan juga menyampaikan keprihatinan dan doa bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa. Ia memastikan PLN akan terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan hingga kondisi kembali normal.

47 Orang Meninggal

Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan dalam jumlah besar.
Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB, tercatat 47 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kabupaten.

Rinciannya, 24 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.

“Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” kata Berton dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (15/8).

Sementara itu, BNPB mencatat 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum. Tercatat 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya turut terdampak gempa.

Pemulihan infrastruktur dan pelayanan dasar, termasuk kelistrikan, terus dilakukan secara bertahap untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.  (*/drw)