MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Akademi PSM Makassar mulai memanaskan mesin menghadapi kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir pada Oktober mendatang.

Persiapan dilakukan lebih awal sebagai bagian dari program jangka panjang pembinaan pemain muda PSM atau yang dikenal dengan Ramang Muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, Akademi PSM dihuni sebanyak 143 pemain yang terbagi dalam tiga kelompok usia. Rinciannya, 53 pemain U-16, 51 pemain U-18, dan 39 pemain U-20.

Direktur Teknik Akademi PSM, Akbar Rasyid, mengatakan seluruh pemain akan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sebelum penentuan skuad yang akan berlaga di EPA Super League musim depan.

Menurutnya, belum semua pemain yang berada di akademi otomatis masuk dalam skuad EPA. Seleksi akan dilakukan dengan menerapkan sistem meritokrasi, sehingga pemain yang dinilai memiliki performa terbaik akan mendapatkan tempat.

“Percuma juara kalau tidak ada pemain yang promosi, hitungannya akademi gagal,” tegas Akbar.

Ia menjelaskan, orientasi utama Akademi PSM bukan sekadar mengejar gelar juara kompetisi EPA. Lebih jauh, akademi dituntut mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang nantinya dapat menembus tim senior PSM Makassar hingga memperkuat Timnas Indonesia.

Untuk mengukur perkembangan para pemain, sejumlah laga uji coba juga telah disiapkan. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi tim sekaligus melihat kesiapan pemain menghadapi kompetisi resmi.

EPA Super League 2026/2027 sendiri dikabarkan akan diikuti 21 klub yang terbagi ke dalam tiga grup. Masing-masing grup nantinya dihuni tujuh tim.

Akademi PSM pun terus melakukan pembenahan, baik dari sisi kualitas pemain maupun program pembinaan. Kompetisi EPA diharapkan menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menunjukkan potensi mereka.

Bagi Akademi PSM, keberhasilan pembinaan pada akhirnya bukan hanya diukur dari posisi di klasemen, tetapi dari seberapa banyak pemain yang mampu naik level ke tim utama.

“Target kami adalah bagaimana pemain-pemain ini bisa promosi ke tim senior PSM dan nantinya memperkuat Timnas Indonesia,” pungkasnya. (**)