MAKASSAR,UJUNGJARI.COM – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 kian mengerucut ke figur yang dinilai mengakar kuat di industri properti: Haji Andi Badris Salam (HBS).

Berangkat dari posisi sebagai Wakil Ketua Bidang Tata Ruang dan Infrastruktur DPD REI Sulsel periode sebelumnya, CEO PT Bumi Pundi Karsa Holding Company ini sudah mengamankan sekitar 70 persen dukungan dari total 388 anggota resmi REI Sulsel. Di samping itu ia juga sudah mendapat restu para tokoh senior properti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haji Badris mengusung tekad menjadikan REI Sulsel sebagai organisasi yang solid, inklusif, dan bernurani demi mengayomi pengembang skala besar, menengah, hingga perintis.

Rekam Jejak Otentik: Dari Kuli Bangunan hingga Pengembang Nasional

Kiprah kepemimpinan Haji Badris dinilai unik dan jarang ditemui di industri properti. Kariernya ditempa murni dari level paling dasar: mengawali langkah sebagai pekerja bangunan kasar, dipercaya menjadi mandor, melangkah ke jenjang kontraktor, hingga sukses membangun imperium bisnis properti di Indonesia Timur, Bumi Pundi Karsa.

”Beliau bukan pengembang yang hanya melihat proyek dari balik meja kaca. Haji Badris tahu persis beratnya memegang batu merah dan semen di bawah terik matahari, rumitnya manajemen material di tangan mandor, hingga kalkulasi makro seorang pengembang,” ungkap tokoh properti senior Sulsel yang juga rekan Andi Badris, Irwan Tuimen.

Pengalaman lapangan yang menyeluruh ini menjadi modal utamanya dalam memahami kendala teknis maupun manajerial yang dihadapi para anggota di daerah.

Pionir “Subsidi Rasa Komersil”

Melalui bendera PT Bumi Pundi Karsa dan PT Mandiri Pratama Putra, grup usahanya berhasil menyabet predikat pengembang perumahan terbaik ke-3 di tingkat Nasional dengan portofolio riil: Rumah Subsidi (MBR): ± 15.000 unit dan Rumah Komersial: ± 1.000 unit.

Di bawah kendali Bumi Pundi Karsa Holding Company—yang kini menaungi 5 anak perusahaan (3 sektor properti, 1 sektor alat berat & ekspedisi, serta 1 distributor bahan bangunan)—Andi Badris meruntuhkan stigma kualitas hunian subsidi.

Proyek perumahannya memelopori konsep sarana dan prasarana berstandar komersil, mulai dari akses jalan lebar, drainase terencana, hingga tata ruang asri, sekaligus menjadi garda terdepan pengawal target Program Nasional Tiga Juta Rumah.

Advokasi Pembiayaan dan Perlindungan Pengembang Kecil

Kekuatan diplomasi Haji Badris juga terbangun dari jejaringnya yang erat bersama Kementerian Perumahan, Kementerian Keuangan, serta jajaran pimpinan perbankan nasional maupun regional.
Dirinya vokal memperjuangkan keadilan akses kredit bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar tidak terganjal catatan kredit minor masa lalu, sekaligus aktif memfasilitasi pengembang kecil yang kesulitan likuiditas perbankan.

”Harapan kita bagaimana organisasi ini sama-sama tumbuh, bersatu, solid, dan tidak terbentuk menjadi kubu-kubuan. REI Sulsel harus menjadi rumah bersama yang inklusif untuk memastikan setiap jengkal tanah yang dibangun mampu mengangkat martabat hidup masyarakat,” pungkas Haji Badris beberapa hari lalu.