MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Agenda pemaparan visi, misi, dan program kerja bakal calon rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/11/2026) batal digelar.

Seluruh rangkaian tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM periode 2027–2031 kini resmi ditunda menyusul adanya instruksi langsung dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Sainstek).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan penundaan tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno Senat UNM yang berlangsung di Sekretariat Senat Lantai 14 Menara Phinisi, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (2/11/2026) siang.

Rapat pleno yang dimulai pukul 10.30 WITA tersebut dihadiri oleh Plt Rektor UNM Prof. Dr. Farida Patittingi, Ketua Senat UNM Dr. Resekiani Mas Bakar, Ketua Panitia Pilrek UNM Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Idkhan, serta seluruh jajaran anggota Senat UNM.

Ketua Senat UNM, Dr. Resekiani Mas Bakar, menjelaskan bahwa penundaan ini merujuk pada surat resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikti Sainstek tertanggal 30 Oktober 2026 yang diterima pihak senat.

“Intinya rapat tadi adalah penundaan tahapan penyaringan Pilrek UNM sampai dengan batas waktu yang nanti akan diberitahukan kementerian. Keputusan ini didasarkan pada surat resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,” ujar Resekiani saat ditemui di Ruang Senat UNM.

Resekiani menambahkan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis serta surat susulan dari pihak kementerian terkait kepastian jadwal lanjutan penyampaian visi-misi para kandidat.

Di sisi lain, keputusan penundaan ini menuai sorotan internal kampus. Dosen Fakultas Teknik UNM, Dr. Hamzah Nur, menyuarakan penolakan keras terhadap penundaan tahapan Pilrek tersebut dan menyayangkan adanya indikasi intervensi dari kementerian.

“Senat UNM harus tegas dan konsisten dengan keputusan awal yang telah disepakati. Jangan sampai penundaan ini dipicu oleh upaya untuk meloloskan kandidat tertentu,” tegas Hamzah.

Pemilihan Rektor UNM periode 20227-2031 sendiri diikuti tujuh calon. Mereka adalah Prof Dr Sukardi Weda, Prof Dr Andi Aslinda, Prof Dr Eko Hadi Sujiono, Prof Dr Suwardi Annas, Dr Arifin Manggau, Prof Dr Hasmyati, dan Prof Dr Ismunandar.

Dari tujuh figur itu hanya Ismunandar yang merupakan tokoh eksternal. Ismunandar merupakan mantan Direktur Belmawa Kemdikti Saintek yang juga guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB).