GOWA, UJUNGJARI.COM — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan menyerukan masyarakat Gowa untuk bersama-sama mencegah stunting pada anak. Seruan itu disampaikan ketika membuka sekaligus memberikan materi tentang sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting yang digelar PKK Kecamatan Pallangga di Hotel Santika, Makassar, Selasa (15/10/2019) siang.

Dihadapan para kader PKK desa/kelurahan se Pallangga, Priska mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih sebagai upaya dalam pencegahan dan penanggulangan stunting serta sangat menekankan jangan hanya sosialisasi tapi harus dilakukan implementasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jumlah penduduk di Gowa mencapai 700 ribu jiwa, sedangkan jumlah balita di Gowa sebanyak 552 balita. Dan penderita stunting sebesar 44 persen berada di Kecamatan Pallangga, untuk itu perlu dilakukan pencegahan. Apalagi Kabupaten Gowa menjadi daerah keempat tertinggi stunting. Sehingga saya berharap untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi dan penanggulangan diare adalah cara tepat untuk menangani stunting,” jelas istri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan ini.

Ketua PKK Pallangga Rismawaty Kadir Nyampa mengatakan kegiatan ini diharapkan bukan hanya sekadar seremoni semata, sebab stunting sangatlah berbahaya.

“Kami membuat inovasi pencegahan  stunting dengan sayur kelor, kami menginstruksikan setiap kader wajib menanam pohon kelor minimal dua pohon per desa. Saat ini ada lima desa di Kecamatan Pallangga menjadi kawasan pohon kelor yag juga bisa mengekspor ke Jepang. Dengan adanya pohon kelor di Pallangga, banyak hal yang bisa dicipta oleh kader PKK. Antara lain membuat kripik, kue tradisional dan obat-obatan. Semuanya berbahan dasar daun kelor,” jelas Rismawati yang juga anggota DPRD Sulsel ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gowa, Muhammad Asrul berharap tahun 2020 permasalahan stunting di Gowa tidak lagi sosialisasi tapi lebih kepada pencegahannya, apalagi Pemkab Gowa akan memberi bantuan dalam menangani stunting.

“Saya juga berharap kepada ibu-ibu yang ingin melahirkan sebaiknya melahirkan di Puskesmas, karena kami ingin melakukan pendataan,” kata Asrul dalam kegiatan yang dihadiri Camat Pallangga Taufik M Akib dan Kepala Puskesmas Pallangga dr Gaffar. (saribulan)