GOWA, UJUNGJARI.COM — Di Kabupaten Gowa terdapat kurang lebih 800 IKM (Industri Kecil Menengah) dan sebanyak 2.000-an UKM (Usaha Kecil Menengah) dan didominasi kelompok usaha perempuan.

Banyaknya IKM dan UKM ini cukup memperlihatkan bahwa Kabupaten Gowa sangat potensi dalam peningkatan ekonomi rakyat kecil.
Hanya saja ada kendala besar yang membuat usaha yang digeluti IKM dan UKM ini adalah tidak adanya managemen usaha yang dimiliki IKM dan UKM tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya produksi mentok tanpa pemasaran yang baik.
Bertolak dari kondisi inilah Pemkab Gowa melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gowa menggelar Pembinaan Kelompok Usaha Perempuan.

Kegiatan pembinaan yang menghadirkan tiga pemateri yakni Kadis Perdastri Gowa Andi Sura Suaib, Kadis Koperasi Gowa Muh Yusuf serta seorang IKM yang sudah sukses melakukan usaha dan bertindak sebagai fasilitator ini berlangsung di Grand Imawan Makassar, Rabu (27/11/2019).
Kadis PPPA Gowa Khawaidah Alham disela membuka kegiatan itu mengatakan saat ini yang menjadi kendala bagi para pelaku usaha adalah kurang paham terhadap managemen pemasaran dan administrasi.
“Di Gowa itu pelaku usaha terutama usaha-usaha rumahan sangat banyak sekali berkembang tapi dari segi managemennya baik itu pemasaran, administrasi, kemasan, itu belum seindah yang diharapkan.

Karena itu kami fasilitasi dengan kegiatan ini agar para IKM dan UKM dapat terbuka pemikiran yang baik untuk menata usahanya sehingga memiliki daya saing dengan usaha lainnya.

Produk IKM kita di sini sangat bagus.

Rasanya tidak kalah dengan produk daerah lain cuma kurangnya karena tidak punya daya tarik dalam pemasarannya (kemasan),” kata Khawaidah.
Sementara itu Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perdastri) Gowa Andi Sura Suaib saat menyampaikan materinya tentang pemasaran mengajak para pelaku usaha untuk ubah mindset berpikir.
Andi Sura mengatakan, di Gowa ratusan IKM bergerak di industri pangan.

Tersebar hingga ke desa-desa seperti pembuat kue tradisional di Sero, Kecamatan Somba Opu dan usaha bersama Kanrejawa di Kecamatan Bontolempangan.
Dikatakannya, Pemerintah Gowa telah melakukan kerjasama dengan sejumlah perusahaan  seperti giant untuk bantu pemasaran produk para IKM.

Sayangnya, Giant yang berlokasi Jl Tun Abd Razak kawadan Hertasning baru, lagi kolaps sehingga tenan-tenan UKM para IKM Gowa juga tutup.
” Marketing itu pada dasarnya sangat penting karena marketing ini sangat erat kaitannya dengan hasil produksi, hasil usaha serta minat konsumen atau pembeli.

Jika hasil produksi kita enak dan berkualitas dan memiliki daya tarik (kemasan) maka yakinlah produksi kita diminati.

Pemerintah
saat ini sudah usahakan akan mengadakan rumah kemasan sekitar 4 hektar dan itu akan berlokasi di Gowa.Di rumah kemasan ini nanti para pelaki usaha akan dilatih cara packing, cara pengemasan sehingga hasil produk yang dijual menjadi menarik.

Pemkab Gowa itu setiap tahun senantiasi lakukan intervensi dengan lakukan kegiatan pembinaan kepada UKM,” jelas Andi Sura.
Dikatakannya, tahun ini ada beberapa pelaku usaha dibantu pemerintah baik itu yang bergerak di industri pangan maupun ekonomi produktif (sejenis kerajinan tangan).

Seperti Kube Kanrejawa di Bontolempangang dan Panciro.

Kube ini telah dibantu alat-alat produksi seperti wajan, oven dan alat produksk lainnya.

Di Panciro itu ada sekitar 20 IKM dibantu.
Andi Sura juga mengingatkan era teknologi saat ini marak belanja online.

Meski hanya di tempat tidur konsumen bisa berbelanja dengan baik.

Yang jadi masalah kata Andi Sura karena banyak pelaku usaha di Gowa yang menetap di pelosok desa sehingga untuk terjangkau internet agak sulit.

Karenanya pelaku usaha di desa ini terhambat untuk menjajakan usahanya.
” Inilah tantangan besar bagi para pelaki usaha kita.

Makanya para pelaku usaha di Gowa makin diasah akar pemikirannya terbuka agar lebih kreatif lagi memasarkan produknya,” tambah Andi Sura.

(bulan)