GOWA, UJUNGJARI.COM — Malino menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi pada akhir 2019 hingga awal tahun 2020. Dengan sebutan kota bunga, Malino pun menjadi wisata kunjungan yang tak pernah sepi meski untuk hari libur biasa.

Sejak Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020) suasana Malino pun menjadi padat merayap. Banyaknya pengunjung membuat sejumlah ruas jalan di wilayah kota Malino menjadi sempit karena banyaknya kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Tinggimoncong Andry Mauritz saat dikonfirmasi Rabu siang mengatakan selama liburan pergantian tahun ini kunjungan ke wilayah pemerintahannya cukup signifikan disaat kepemimpinan Bupati Wabup Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Malaganni Krg Kio.

Malino sebagai destinasi wisata Gowa ini memang mengalami perubahan signifikan dari tahun ke tahun apalagi lima tahun terakhir semasih pemerintahan Ichsan YL-Abbas Alauddin sebelum Adnan-Rauf.

Andry mengklaim jumlah pengunjung wisatawan meningkat hingga tiga kali lipat sejak prosesi pergantian tahun 2019 ke 2020.

“Ada peningkatan pengunjung tiga kali lipat,” kata Andry saat dihubungi, Rabu (1/1/2020).

Menurutnya, pengunjung Kota Bunga Malino mencapai puluhan ribu orang pada akhir tahun 2019 kemarin. Klaim itu didasarkan pada pantauan di lokasi selama beberapa hari terakhir termasuk penginapan-penginapan yang telah dibooking sejak dua bulan belakangan.

Meski demikian, Andry belum bisa menyampaikan data pasti jumlah pengunjung. Perhitungannya hanya didasarkan pada penginapan dan jumlah kendaraan. Diakuinya, Malino memang menjadi salah satu pilihan tempat liburan masyarakat Sulawesi Selatan.

Even tahunan Beautiful Malino dinilai menjadi salah satu daya tarik di balik peningkatan jumlah pengunjung Malino dalam tiga tahun terakhir lalu (masa pemerintahan Adnan- Rauf).

Ada sejumlah destinasi wisata yang dimiliki Malino. Bukan hanya tempat wisata permandian alam seperti air terjun (air terjun Takapala dan air terjun ketemu jodoh) tapi juga pesona alam dan hutan pinus yang menawan. Bahkan kalangan milenial sangat menyukai camping atau berkemah hanya untuk menikmati sejuknya alam Malino. Serta sejunlah tempat yang menjadi spot-spot berfoto. Selain itu, kini Malino juga memiliki area food city atau pusat kuliner yang berlokasi di Jl Sultan Hasanuddin (pusat kota).

Ratu salah satu pemilik penginapan mengakui jika sejak jelang akhir tahun, seluruh penginapan di Malino telah terbooking. Termasuk penginapan miliknya rata-rata dibooking per satu malam setiap akhir pekan hingga jelang tutup tahun 2019. 

” Bahkan masih ada yang booking hingga 3-5 Januari,” kata Ratu. (sar)