BULUKUMBA, UJUNGJARI.COM — Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba mengeluh karena hingga saat ini belum mendapat pupuk subsidi dari pemerintah.

Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen yang diperoleh kelompok tani tersebut berkurang, bahkan memastikan bahwa tahun ini mereka mengalami gagal panen lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang pengecer pupuk Batukaropa mengatakan, kelangkaan pupuk subsidi sudah dialami sejak Desember 2019 hingga sekarang. Akibat kelangkaan tersebut para petani terus merugi.

” Iya saat ini kita belum mendapatkan pupuk subsidi. Akhirnya kelompok tani banyak tanaman padinya yang kurang bagus,” kata Tamsir, pengecer pupuk Batukaropa, Rabu (19/2/2020).

Hal yang sama juga dialami seorang petani di Kecamatan Gantarang, Habibi. Menurut Habibi, Ia juga tidak mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah hingga saat ini.

Lantaran itu, Habibi terpaksa membeli pupuk yang harganya tinggi yang mencapai Rp260 ribu hingga Rp300 ribu. Walau harga pupuk tinggi, Ia terpaksa melakukannya karena untuk kepentingan padi yang sedang ditanamnya saat ini.

” Ya mau tak mau harus beli pupuk walau mahal. Kalau tak beli ruginya tambah banyak,” kata Habibi.

Begitu juga dialami oleh Safri, salah satu petani Bontoharu. Safri mengatakan sampaisaat ini Ia juga tidak mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah.

Kepala Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Bulukumba Mappaenre mengatakan, kelangkaan pupuk subsidi dikarenakan berkurangnya stok dari pusat penyaluran pupuk bersubsidi di tahun 2020.

” Itu dari pusat memang sudah mundur. Itu sebenarnya sudah difasilitasi Menteri Pertanian,” kata Mappaenre.

Dia mengakui jika memang ada hal yang berbeda di tahun ini. Berdasarkan pengalamannya selama ini, seharusnya penyaluran pupuk bersubsidi satu bulan sebelum pergantian tahun.

” Namun tahun ini tidak, sudah pergantian tahun baru ada penyaluran pupuk,” katanya. (amin)