BULUKUMBA, UJUNGJARI.COM — Baharuddin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih dirinya kembali sebagai Kepala Desa Bontoharu periode 2020-2026 hasil Pilkades serentak yang berlangsung Kamis (5/3/2020) kemarin di Bulukumba. Baharuddin terpilih kembali ke periode keduakalinya.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai kepala desa terpilih untuk periode kedua di Bontoharu ini,” ujar Baharuddin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baharuddin berharap hal ini menjadi momentum untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik.lagi di Bontoharu dan bekal akhirat kelak. Baharuddin berharap agar amanah tersebut sekaligus memberikan dampak positif bagi pemerintah dan khususnya kemajuan Desa Bontoharu ke depan.

“Saya berharap amanah yang diberikan kepada saya memimpin kembali Desa Bontoharu jadi momentum bagi kita semua meningkatkan semua energi sehingga program-program yang sudah ada dapat berjalan lancar,” kata Baharuddin.

Meski begitu ia mengakui bahwa Desa Bontoharu kurang mempublikasikan kegiatan yang dilakukan. Salah satunya terkait Bumdes sehingga memunculkan pendapat sejumlah kalangan bahwa dirinya saat menjadi kepala desa, sangat tertutup.

Baharuddin kembali memimpin Kepala Desa Bontoharu selama lima tahun ke depan atau periode 2020-2026. Baharuddin unggul telak atas lawan-lawannya dengan beroleh 673 suara.

Pesaing Baharuddin, adalah Nurwati yang hanya mendapatkan 453 suara. Sementara calon lainnya masing-masing yakni M Basri 211 suara dan Abd Latief 74 suara.

Plt Kepala Desa Bontoharu Arifuddin T meminta pemerintahan fesa tetap berjalan seperti biasa dengan terpilihnya Baharuddin sebagai Kepala Desa Bontoharu periode ini. Baharuddin juga diminta membuka diri untuk menyerap aspirasi publik.

” Baharuddin harus melanjutkan program pemerintah desa yang telah disusun baik itu dalam cetak biru maupun yang dibuat oleh pelaksana tugas sebelumnya,” ujar Arifuddin T.

Menurutnya perbaikan pemerintah desa tidak sekadar urusan perangkat pemerintahan tapi juga meliputi perbaikan budaya organisasi dan sumber daya manusia. Mesti ada penetrasi program ke arah perbaikan budaya organisasi dan sumber daya yang lebih memahami makna pemerintahan secara komprehensif.

“Sebaiknya Baharuddin membuka diri untuk mendengarkan aspirasi-aspirasi publik. Aspirasi yang disampaikan oleh publik merupakan masukan yang sangat berharga untuk perbaikan pemerintahan . Bahkan dengan adanya aspirasi tersebut, seharusnya Baharuddin punya banyak ide untuk dikerjakan dalam rangka perbaikan pemerintahan,” ujar Arifuddin T. (amin)