GOWA, UJUNGJARI.COM — Terkait adanya kesepakatan bersama antara pihak Pemkab Gowa dengan Pemerintah Kecamatan Bontomarannu, MUI dan Kemenag terhadap pelaksanaan kegiatan Ijtima Dunia 2020 yang akan digelar sepekan di perkemahan Dusun Pakkatto, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontamarannu untuk menunda sementara temu akbar para muslim dari 48 negara di Asia, dibenarkan oleh Bupati Gowa.
Saat dicegat media usai meresmikan turnamen futsal di GOR Gowa, Kamis (12/3/2020) sore, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, pelaksanaan itu harus ditunda dulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” Kegiatan temu akbar atau Ijtima itu akan dihadiri jamaah muslim dari sejumlah negara luar Indonesia. Nah karena saat ini Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Kabupaten Gowa tengah melakukan upaya pencegahannya masuknya covid-19, maka Pemkab Gowa meminta kegiatan itu ditunda dulu. Jadi bukan dilarang yah..tapi untuk sementara ditunda dulu,” tandas Adnan.
Kenapa harus ditunda ? Karena menurut Bupati Gowa ini, kegiatan tersebut akan dihadiri para muslim dari berbagai negara.
” Jadi untuk sementara janganlah dulu dilakukan. Kami akan panggil panitia pelaksananya untuk memberikan pengertian agar kegiatan Ijtima ini ditunda dululah,” tandas Adnan.
Terpisah, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa Adliah kepada ujungjari.com di pelataran parkir GOR Gowa mengatakan, pihak Pemkab termasuk Kemenag Gowa sudah melakukan rapat koordinasi bersama dengan pemerintah Kecamatan Bontomarannu, Kepolisian serta Tripika Bontomarannu. Dan disepakati bersama tidak dibolehkan dulu kegiatan Ijtima tersebut digelar.
” Jadi kami sudah rapat tadi minusĀ panitia pelaksana Ijtima. Dan isi kesepakatan pertemuan yang dipimpin Pak Sekretaris Kabupaten Gowa ini adalah tidak memberikan izin untuk sementara. Kegiatan Ijtima ini bisa digelar sepanjang pesertanya tetap bertaraf lokal,” jelas Adliah.
Sementara itu Kadis Kesehatan Gowa dr Hasanuddin di kantornya Kamis pagi, mengatakan pencegahan covid -19 ini perlu berkesinambungan. Dan sejumlah langkah telah dilakukan pihak Dinkes antara lain mensosialisasikan budaya hidup bersih dan sehat, menggunakan masker bila berada di tempat umum.
” Untuk langkah selanjutnya, kami (Dinkes) menunggu pertemuan khusus pembahasan penanganan covid -19 yang akan dilakukan Jumat besok dan dipimpin langsung Pak Gubernur Sulsel,” kata dr Hasanuddin. (sari)

