GOWA, UJUNGJARI.COM — Ada-ada saja peristiwa mengemuka. kali ini kembali dialami jajaran RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Bahkan kejadian ini diposting pihak keluarga mayat ke medsos facebook sehingga nitizen pun memaki pihak RSUD Syekh Yusuf tidak manusiawi.
Kejadian ini terjadi Minggu (5/4/2020) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, seorang mayat terpaksa dibawa pulang oleh keluarganya menggunakan mobil grab lantaran menolak diberi mobil jenazah untuk mayat covid-19.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluarga mayat tersebut ngotot menolak menumpangi mobil mayat bekas pakai pasien meninggal terduga covid-19 pada Jumat sebelumnya dari RSI Faisal Makassar.
Pihak IGD RSUD Syekh Yusuf memang sempat kuatir ada masalah sebab mobil mayat yang ada di rumkit tersisa ambulans covid-19. Karena mobil jenazah satunya sementara mengantar jenazah ke Malino.
Namun saat ditawari mobil jenazah bekas pakai mayat covid-19, pihak keluarga mayat asal Pallantikang, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa inipun menolak mentah-mentah.
Mereka hanya mau jika mobil ambulans rujukan yang diberikan. Namun pihak rumkit pun bersikukuh tidak membolehkan menggunakan mobil rujukan tersebut.
kronologisnya, berawal ketika seorang pasien sakit diantar sejumlah keluarganya ke RSUD Syekh Yusuf sekitar pukul 13.30 Wita, Minggu (5/4/2020). Namun belum sempat ditangani tim medis di IGD RSUD Syekh Yusuf, warga asal Jl Pallantikang itu, telah meninggal dunia. Sehingga pihak keluarganya pun sepakat membawa pulang dan meminta difasilitasi mobil ambulans.
Pihak keluarga mayat pun diarahkan oleh Kepala IGD, H Badollahi agar menggunakan mobil jenazah yang sementara stay di rumah sakit. Sebab mobil jenazah satunya tengah mengantar jenazah ke Malino. Hanya saja mobil jenazah itu sempat digunakan mengangkut jenazah terduga covid-19 di RSI Faisal hari Jumat lalu.
Ditawari mobil jenazah bekas pakai jenazah covid-19, pihak keluarga mayat tersebut menolak dan ngamuk. Mereka menolak keras. Keluarga mayat hanya mau menggunakan ambulans yang sementara terparkir di halaman IGD yang fungsinya adalah mobil rujukan tersebut.
Karena merasa tidak dilayani baik, akhirnya keluarga pasien marah- marah dan memesan mobil grab untuk membawa mayat keluarganya pulang.
Direktur RSUD Syekh Yusuf dr Salahuddin saat dikonfirmasi UJUNGJARI.COM, Minggu malam membenarkan kejadian tersebut.
” Iya tadi sore itu, ada pihak keluarga pasien marah-marah karena mengaku diberi mobil jenazah bekas pasien covid-19. Memang, karena sisa mobil jenazah itu yang ada, sedang mobil jenazah yang satunya sementara terpakai membawa jenazah ke Malino. Disarankan pakai mobil jenazah itu mereka tidak mau dan emosi. Bahkan sambil emosi mereka memesan mobil grab. Mereka tetap ngotot minta difasilitasi mobil ambulans yang sementara terparkir, padahal dua ambulans yang ada itu adalah untuk rujukan dan tidak bisa dipakai untuk jenazah,” jelas dr Salahuddin.
Dikatakan dr Salahuddin, RSUD Syekh Yusuf memiliki empat kendaraan ambulans. Dua untuk mobil rujukan dan dua unit lagi untuk mobil jenazah.
” Mobil rujukan ini tidak bisa digunakan mengangkut jenazah, kenapa? karena memang fungsinya untuk digunakan membawa pasien rujukan ke rumah sakit lain. Akan fatal akibatnya jika mobil rujukan digunakan lain sebab sewaktu-waktu ada pasien yang mesti dirujuk cepat. Jika mobil rujukan dipakai untuk mengangkut jenazah maka hal sama seperti kejadian ini mungkin saja terjadi. Artinya keluarga pasien rujukan bisa protes jika saat akan dirujuk mobil rujukan dipakai mengangkut jenazah,” jelas dr Salahuddin.
Hal senada dikatakan Humas RSUD Syekh Yusuf Muh Taslim. Melalui telpon WhatsApp nya, Taslim menjelaskan bahwa fungsi mobil rujukan dengan mobil jenazah beda.
” Pihak keluarga mayat tersebut tidak mau menerima saat pihak IGD memberikan mobil jenazah yang memang habis dipakai mengangkut pasien meninggal covid-19. mereka mengatakan kenapa mobil jenazah habis dipakai pasien covid yang diberikan padanya padahal banyak ambulans lain terparkir tak terpakai. Mereka sudah tidak mau menerima penjelasan dan hanya emosi terus. Padahal kami sudah sampaikan dan jamin bahwa mobil jenazah yang habis dipakai mengangkut mayat terduga covid asal Gowa itu sudah steril. Mobil jenazah tersebut sudah disterlisasi menggunakan disinfektan dan kami jamin aman, namun mereka tetap marah dan emosi sambil ngancam akan memvideokan kejadian tersebut dan dipublis ke khalayak. Kami sudah minta untuk bersabar sambil menunggu mobil jenazah yang belum balik dari Malino atau disiapkan mobil jenazah dari luar rumkit namun mereka tetap menolak dan memilih menggunakan grab saja,” beber Taslim.
Taslim menambahkan, pihak rumah sakit sangat menyayangkan atas adanya kejadian tersebut.
” Mohon maaf kepada seluruh masyarakat, bahwa kami sudah menjalankan SOP dan tidak mengharapkan adanya kondisi seperti ini. Penyampaian ini kami berikan supaya kronologis kejadian ini bisa disikapi dengan Utuh bahwa kami dari pihak rumah sakit sudah berupaya untuk memberikan pelayanan mobil jenazah yang ada tapi pihak keluarga menolak dengan alasan mobil jenazah itu sudah dipakai oleh jenazah covid. Sudah disampaikan untuk dicarikan mobil jenazah lain di luar rumah sakit tapi pihak keluarga tidak sabar dan mendorong sendiri tempat jenazah keluarganya untuk pakai grab,” tambah Taslim lagi.
Sementara itu, video kejadian di RSUD Syekh Yusuf tadi siang itupun kemudian diposting di medsos, sehingga nitizen pun ramai menghujat pihak manajemen RSUD Syekh Yusuf.-

