GOWA, UJUNGJARI.COM — Kendaraan barakuda yang diparkir memalang jalan di tugu perahu pinisi poros Pallangga-jembatan kembar menuju Sungguminasa membuat kondisi arus lalulintas macet total.

Kondisi sama juga terlihat di Jl Usman Salengke, Sungguminasa menuju arah jembatan kembar-Pallangga. Kendaraan berbagai jenis tidak bisa bergerak di atas jembatan kembar yang melintang di atas sungai Jeneberang, sejak pagi Senin (4/5/2020) sebagai hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di Kabupaten Gowa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan kendaraan tidak bergerak dan jumlahnya pun mendekati ribuan lantaran hingga pukul 10.30 Wita volume kendaraan mengalir ke Jl Usman Salengke dan ikut terjebak.

Sejumlah pengendara menggerutu. Saat ditanya soal penerapan PSBB telah diberlakukan hari ini mereka mengaku paham dan tau. Hanya saja karena tuntutan pekerjaan dan keperluan lainnya yang membuat mereka mengaku harus keluar rumah juga.

” Iya saya tau bu PSBB mulai diberlakukan tapi saya harus menuju tempat saya bekerja di Pallangga,” kata Supri, salah seorang pengendara sepeda motor.

Hal sama dikatakan Rusli, seorang karyawan minimarket di kawasan poros Pallangga. Menurut Rusli, sebaiknya penutupan jalan dilakukan di wilayah batas kabupaten jangan didalam kawasan kota kabupaten.

” Kan kami yang tetap harus masuk kerja jadi kerepotan begini kodong. Apalagi penutupan jalan di ujung jembatan begini. Semua kendaraan baik truk besar, mobil tangki hingga mobil kecil, motor dan sepeda menumpuk di atas jembatan,” kata Rusli.

Puluhan personil gabungan yang berjaga di ujung jembatan di wilayah Pallangga terus menghalau para pengendara kendaraan. Mereka yang dianggap tidak ada kepentingan urgen diminta memutar arah dan balik ke rumah. Sementara dari pantauan ujungjari.com terlihat banyak pengendara sepeda motor menyelinap di jalan-jalan sempit.

Terkait kemacetan ini, Korkot Kotaku Gowa Nurliah Ruma pun kesal lantaran dua faskelnya yang akan mengikuti test online di kantor Bappeda Gowa.

” Ada beberapa Faskel Kotaku tidak bisa tembus padahal mau test online rencananya di kantor Bappeda dua orang dan mereka adalah warga Pallangga dan Barombong. Saya bingung padahal yang ditahan masuk Gowa kan KTP non Gowa, kok diratakan,” jelas Nurliah Ruma.

Terkait penutupan jalan di kawasan jembatan kembar menurut Kasat Lantas Polres Gowa AKP Mustari yang dikonfirmasi via WhatsApp pukul 11.00 Wita, jalur jembatan sempat ditutup karena dilakukan pemeriksaan KTP, masker dan kelengkapan surat-surat kendaraan yang menimbulkan kemacetan panjang. 

” Sekarang sudah dibuka dan dilakukan pengalihan jalur bagi warga Takalar yang mengarah dari Panciro menuju Makassar dialihkan ke wilayah Barombong jika mau masuk Makassar. Nanti di batas kota di Barombong juga akan kembali diperiksa oleh petugas di wilayah Makassar,” jelas AKP Mustari.-