MAKASSAR, UJUNGJARI.COM –Komunitas AksiKita menyelenggaran webinar “Children Talks” dengan tema “Ceritaku dan Ideku tentang School from Home”. Webinar dilaksanakan pada Minggu (14/6).

Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyuarakan ide, gagasan, pendapatnya mengenai school from home.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurangnya kegiatan yang berusaha untuk memberikan ruang untuk anak bersuara atau menyampaikan aspirasinya, membuat AksiKita menyelenggarakan kegiatan ChildrenTalks ini.

Terdapat 3 anak usia SD yang menjadi narasumber cilik dalam kegiatan webinar ini yakni Ghefira Sabrina Raifani dari SD Telkom Makassar,  Chara’tul Awalya dari SD Inpres Maccini Sombala, dan Taqdirul Alim Sudirman dari MI Manggarupi Gowa.

Ketiga narasumber cilik ini banyak bercerita tentang aktivitas rutin yang mereka lakukan selama School from Home. Misalnya Ghefira Sabrina Raifani yang selama School from Home, dia banyak belajar keterampilan lain seperti bagaimana menjadi youtuber, memasak, dan melukis.

“Selama School from Home kita jangan hanya rebahan atau bermain saja, banyak aktivitas lain yang bisa kita lakukan yang dapat bermanfaat untuk kita dan keluarga kita” katanya yang akrab dipanggil Fila.

Selain ketiga narasumber cilik tersebut, AksiKita juga mendatangkan narasumber ahli dari Staf Perlindungan UNICEF Makassar, Pritta Damanik yang banyak membahas tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh keluarga dalam mendampingi anak selama situasi pandemi ini. Dan apa-apa yang harus dipersiapkan nantinya ketika anak mulai masuk sekolah seperti memberikan dasar literasi kesehatan kepada anak.

Kegiatan ini diikuti oleh 64 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, ada siswa SD, guru, dosen, LSM, mahasiswa, dan beberapa profesi lainnya.

Respon peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, terlihat dari banyaknya peserta yang ingin bertanya kepada narasumber cilik ataupun kepada narasumber utama.

“Terkadang kita sibuk membahas tentang kebijakan tentang anak, tapi kita sendiri lupa menanyakan atau meminta pendapat ke anak,” himbau Abdul Rahman sebagai salah peserta dalam kegiatan ini yang kesehariannya bekerja sebagai guru.

Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada beberapa pihak bahwa anak punya hak untuk bersuara, anak punya hak untuk di dengar, dan anak punya hak untuk tampil di depan umum. (**)