MAKALE, UJUNGJARI–Tahapan Pilkada dimulai bulan ini. KPU Tana Toraja mulai berbenah. Pilkada diselenggarakan di tengah Pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat mekanisme penyelenggaran pilkada berbeda dengan pilkada sebelumnya. Penyelenggaraan kali ini harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KPU Tana Toraja telah meminta tambahan anggaran hibah kepada Pemda untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD). Angaran yang diusulkan senilai Rp 1,9 miliar.

Ketua KPU Tana Toraja Rizal Randa, didampingi empat komisioner KPU, masing masing, Elis Mangesa, Alexander Kambuno, Intan Parerungan, dan Rahmat Hidayat, Rabu (17/6) mengatakan, kampanye Pilkada tahun ini, para calon lebih dominan sosialisasi di media daring selama 14 hari (22 Nopember hingga 5 Desember 2020). Bantuan dari media, tentu sangat penting untuk menyukseskan jalannya pesta demokrasi yang dihelat lima tahun sekali.

Rizal berharap, para calon bupati akan efektif adu visi misi secara terukur, dan jelas arahnya, tanpa mengabaikan kearifan lokal, maupun semua aspek di Tana Toraja.

“Sosialisasi tahapan dan sistem penyelenggaraan Pilkada lebih banyak dilakukan melalui media massa,” tandas Rizal.

Ditambahkan Kimisioner Alexander Kambuno, yang menonjol perbedaan Pilkada tahun ini dari Pilkada sebelumnya, setiap pasangan calon hanya boleh memasang alat peraga di tiga tempat berbeda, meskipun ukurannya bervariasi.

Alexander mempali, berita dan informasi tahapan Pilkada diharap lebih cepat diterima masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi media massa, dengan tetap berdamai dengan Covid-19. (*)