MAKASSAR, UJUNGJARI–Konstalasi politik menjelang Pemilihan Wali Kota Makassar tahun 2020 kian memanas.
Sejumlah bakal calon mulai bermanuver serta menerapkan beragam strategi jitu untuk bisa meraih simpatisan pemilih.

Namun berbeda dengan bakal calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa APPI. Di tahun 2020 ini, APPI tidak terlihat gembar gembor, apalagi sampai sesumbar. Sangat berbeda ketika bertarung di Pilwali Tahun 2018 lalu, APPI yang kala itu berpasangan dengan Rahmatika Dewi, sangat jor joran dan hampir menyabet semua dukungan partai pengusung. Agresifitas pasangan ini pun sempat menuai sorotan dari beragam kalangan. Dan belajar dari pengalaman, APPI pun mulai dewasa dalam berpolitik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kali ini kami menerapkan strategi sailent, dengan mengedepankan politik santun. APPI ingin membangun kondisi politik yang harmonis di Pilwali Makassar Tahun 2020,” tegas Direktur Indeks Politik Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir yang menjadi Konsultan Politik APPI, Selasa (7/06/2020).

Lebih jauh Suwadi menguraikan, adanya segelintir komentar yang menganggap APPI terancam tidak bertarung di Pilwali Makassar karena terkendala partai pengusung adalah hal yang salah besar.

Menurut dia, tahun 2018 lalu, APPI mampu memboyong dukungan partai pengusung.

“Kalau ingin mendominasi parpol, APPI sangat berpeluang. APPI memiliki sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan serta hubungan emosional dengan elit partai poltik. Kali ini kami tidak mau gembar gembor. Kita lihat saja siapa yang akan maju bertarung dan siapa yang tidak,” tegas Suwadi, optimis.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Pusat, Ramzah Thabraman, mengatakan, APPI adalah kandidat yang santun. Kata Ramzah, APPI memiliki latar belakang keluarga yang harmonis serta terdidik. Dan jika terpilih APPI tidak lagi kaget dalam mengelola managemen pemerintahan yang mengelola anggaran besar.

“Memilih pemimpin harus melihat latar keluarganya. Ketika terpilih APPI sudah terbiasa melihat dan mengelola uang besar,” tegas Ramzah (*)