TAKALAR, UJUNGJARI–Jelang perayaan Hari Bhakti Adiyaksa, kinerja Kejari Takalar justru kembali menuai sorotan.
Teranyar, dua element masyarakat yang melaporkan dugaan korupsi dana BOS tingkat SD dan SMP kembali menyoroti kinerja kejaksaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami belum menerima perintah dari atasan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang dilapor. Terkait dugaan korupsi dana BOS masih di meja pimpinan,” Kata salah satu tim penyidik Kejari Takalar.
Terpisah, Direktur Gerakan Rakyat Menagih Janji, H Imran Radjab Murshali selaku pihak pelapor dugaan korupsi dana BOS menyayangkan sikap Kepala Kejaksaan Negeri Takalar yang dinilai lamban menanggapi kasus tersebut.
” Kejari Takalar belum mengusut kasus dugaan korupsi dana BOS, padahal laporannya sudah lama kami serahkan ke kejaksaan,” Kata H Imran Radjab Murshali, Senin (13/6/2020)
Mandeknya pemeriksaan kasus dugaan korupsi dana BOS, membuat H. Imran mendesak Kajati Sulsel segera mengevaluasi Kajari Takalar yang dinilai lamban menuntaskan kasus dugaan korupsi yang telah dilaporkan.
” Kinerja Kajari Takalar dalam menegakkan supremasi hukum sangat kami soroti,” Pungkas H Imran.(Ari Irawan)

