GOWA, UJUNGJARI.COM — Para driver Grab yang bernaung dibawah managemen PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) yang selama ini menjadi mitra Grab diedukasi tentang protokol kesehatan (Prokes) dalam upaya memutus mata rantai penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19).

Berbekal masalah mendunia ini, jajaran Polres Gowa melalui Satuan Intelkam menggelar sosialisasi tentang waspada terhadap covid-19 yang saat ini kasusnya semakin meningkat di Gowa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sosialisasi ini dilakukan pihak Satuan Intelkam Polres Gowa dengan menggandeng PT TPI selaku perusahaan yang bergerak di bidang transportasi daring ini.

Sosialisasi yang dilaksanakan di kantor PT TPI di kompleks perumahan elit Citra Land, Jl Tun Abd Razak, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ini, Selasa (28/7/2020) diikuti puluhan driver Grab baik sepeda motor maupun mobil.

Dalam sosialisasi itu dihadirkan pemateri dari Polres Gowa masing-masing Kanit Dikyasa Ipda Misbar tentang Ops Patuh 2020 dan penanganan pemutusan covid-19 di jalan raya sementara Kanit Laka Ipda Ahmarullah menyoal tentang kecelakaan lalulintas.

Dihadapan para driver, Kanit Dikyasa Ipda Misbar, Ops Patuh yang mulai dilakukan 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 ini telah berjalan dan dilakukan humanis dibarengi tindakan persuasif, preventif dan refresif.

” Dalam Ops Patuh ini kita lakukan sosialisasi kepada para pengendara termasuk kepada driver grab ini. Kita ingatkan agar para pengendara kendaraan terkhusus driver grab  harus mematuhi Prokes untuk memutus mata rantai covid-19. Sebagai driver, kita harus mewaspadai penyebaran covid lewat orang per orang, mungkin antara kota sebagai pengemudi dengan penumpang. Jadi penyelamatan dari virus ini dimulai dari diri kita (driver) lalu keluarga dan kepada orang lain. Masalah covid ini tidak kita tau kapan akan berakhir, sehingga solusinya mari kita menerapkan Prokes yakni menggunakan masker, sering cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, jaga jarak serta jangan bersentuhan fisik. Tangan kita ini paling rentang bersentuhan baik fisik penumpang khususnya melalui penyerahan uang ongkos penumpang. Rajinlah menyemprot benda bawaan kita dengan alkohol dan gunakan hand sanitizer sebelum kita menyentuh wajah, mulut, hidung dan mata atau bagian tubuh lainnya,” beber Ipda Misbar.

Sementara itu Kanit Laka Ipda Ahmarullah menjelaskan tentang kerawanan kecelakaan dalam berlalulintas yang kerap dialami para pengemudi tak terkecuali pengemudi Grab.

” Biasanya dalam Ops Patuh, anda semua terpaksa dihentikan oleh petugas gegara tidak menggunakan masker. Bermula dari masker itu kemudian petugas Ops Patuh lalu memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan anda. Karena itu, mulai dari driver Grab ini kita awali edukasi kepada masyarakat, agar taat aturan berlalulintas dan waspada penyebaran covid di jalan raya,” kata Ipda Ahmarullah.

Dikatakannya, meski angka kasus laka di tahun 2020 ini menurun namun bukan berarti, keselamatan di jalan raya diabaikan kembali oleh pengemudi.

” Tahun 2019 jumlah kecelakaan lalulintas 540 kasus, dan MD (meninggal dunia) 98 orang. Tapi di 2020 hingga Juli ini, jumlah laka  turun hampir 70 persen yakni hanya 211 kasus laka. Makanya kita rutinkan sosialisasi ini agar kita tetap bisa tekan laka. Laka banyak terjadi karena pelanggaran seperti curi jalur jalan pengendara lain, langgar rambu dan ngebut dan lainnya,” jelas Ipda Ahmarullah lagi.-