MAKALE, UJUNGJARI.COM — Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Yohanis Lintin Paembongan, mengingatkan Bupati Tana Toraja agar bantuan ekonomi kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tidak dipolitisir.
Meskipun tensi politik Pilkada di daerah ini sudah memanas setelah sejumlah partai tentukan dukungan kepada paslon, etika dan santun berdemokrasi jauh lebih penting, bukan menggunakan segala cara untuk menang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apalagi pilkada sebelumnya Tana Toraja masuk kategori zona merah, keluarga besar PDIP Tana Toraja tidak menghendaki kejadian serupa memilukan terulang kembali,” kata Yohanis kepada media ini, Sabtu (15/8).
Kata Anis, panggilan akrab Yohanis, pengurus DPC PDIP kecamatan sudah menemukan gejala dan tanda-tanda petahana memanfaatkan UMKM untuk kepentingan politik. Kader dan simpasitasan partai berlambang moncong putih sudah menemukan sejumlah persoalan dan bukti otentik.
“Tentu PDIP sebagai partai penguasa tidak akan tinggal diam, sebab APBN untuk UMKM tujuannya kesejahteraan masyakakat,” pungkasnya.
Dijelaskan Anis, bahwa laporan dari kader PDIP kecamatan Mengkendek, di Kelurahan Rantekalua’ ditemukan penyimpangan pendataan penerima bantuan UMKM dari petugas pendata lapangan, ada diskriminasi dan pengecualian serta politiaasi kepada kader dan simpatisan PDIP tidak boleh masuk kelompok penerima modal kerja UMKM senilai Rp 2.400.000.
“Infrastruktur dan kaki tangan PDIP sudah bekerja maksimal melakukan pengawasan dan pemantauan serta investigasi dilapangan, dan hasilnya akan ditindaklanjuti sebagai dilaporkan,” Anis. (agus)

